SuaraSumsel.id - Penumpang yang ingin melakukan perjalanan terhitung 17 Juli 2022 harus menunaikan vaksin booster atau vaksin penguat. Jika pun tidak maka kembali harus menyertakan hasil tes bebas COVID-19, berupa PCR atau antigen. Situasi ini diakui membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional SMB II Palembang melandai.
Syarat vaksin booster tersebut diatur dalam Surat Edaran No 70 Tahun 2022 tentang petunjuk Pelaksanaan Perjalanan orang Dalam Negeri (PPDN) dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-2019.
Eksekutif General Manager Angkasa Pura II, R Iwan Winaya Mahdar mengatakan, bagi penumpang yang belum suntik booster saat tiba di bandara, pihaknya sudah menyiapkan alternatifnya.
“Kami menyiapkan vaksinasi booster di konter check in, gratis. Atau jika tidak mau tidak bisa,” katanya usai melakukan audiensi dengan Walikota Palembang Harnojoyo, Selasa (26/7/2022).
Bagi penumpang yang tidak bisa vaksinasi booster, pihaknya juga menyiapkan tes Covid antigen dengan harga Rp85.000 dan PCR Rp275.000.
“Jadi penumpang bisa pilih satu, ini kebijakannya dari pemerintah, jadi jika tidak booster atau tes Covid tidak boleh naik pesawat,” katanya.
Situasi ini diakui cukup mempengaruhi penerbangan. Pada hari normal, jumlah penumpang mencapai 7.082 yang kemudian melandai pada saaat ini hanya sekitar 5.000-6.000 penumpang per hari.
“Selain itu juga trafik penerbangan tidak stabil biasanya 44 sekarang 37-38, yang biasanya rata-rata maskapai itu dua pesawat sekarang satu pesawat,” katanya.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, dalam pertemuannya dengan Walikota Palembang Harnojoyo, Bandara SMB II akan bekerja sama dengan para pelaku UMKM melalui OPD terkait, untuk membuka stand di area bandara.
Baca Juga: Bunuh Pacar dan Saudari Kandung dengan Sadis, Pelaku Serahkan Diri ke Polda Sumsel
“Untuk di momen tertentu para pelaku UMKM mengenalkan produknya sehingga bandara punya kesan yang menarik. Waktunya akan segera ditentukan,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Duh! Banyak Guru SD Dan SMP di Palembang Tak Paham Kurikulum Merdeka Belajar
-
Mirip Citayam Fashion Week, Di Palembang Muncul The Alts Palembang Fashion Week
-
Cetak Kemenangan Pada Dua Laga Piala AFF di Palembang, Timnas Putri Dihujani Bonus
-
Cuaca Sumsel Hari Ini, Palembang Diprediksi Hujan Pada Siang Hari
-
Pria di Sumsel Habisi Nyawa 2 Wanita Gegara Kesal dengan Hubungan Sesama Jenis
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?