SuaraSumsel.id - Dana Bantuan Siswa atau BOS seharusnya dialokasikan dengan tepat. Dana ini hendaknya dipergunakan membantu operasional sekolah dan siswa. Tapi tidak dilakukan oleh mantan kepala sekolah atau kepsek di Sumsel ini.
Febri Susanto, mantan Kepsek SMA 1 Mekakau Ilir Ogan Komering Ulu Selatan atau OKUS malah menggunakan dana bantuan tersebut buat main judi online.
Hal ini terungkap di persidangan yang diketahui Hakim Efrata H Tarigan. Terdakwa mengakui dana BOS afirmasi, Reguler serta Program Sekolah Gratis (PSG) malah dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya dipergunakan untuk main judi online.
"Untuk keperluan pribadi lainnya, seperti membeli mobil, membayar kreditan motor dan judi online," aku terdakwa.
Kegiatan judi online tersebut dilakukannya hampir setiap hari saat dirinya masih menjabat sebagai Kepsek. "Ada juga beli motor dan mobil," sambung terdakwa di hadapan hakim Terdakwa pun menggunakan anggaran bantuan sekolah mencapai Rp202 juta.
“Saya menyesal dan mengaku salah pak, saya siap untuk mengganti uang yang saya pakai, namun masih menunggu proses jual rumah saya dahulu,” ungkap terdakwa melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com
Usai Sidang Kasi Pidsus Kejari OKUS Wawan Kurniawan menjelaskan jika penyelewengan dana BOS dilakukan di tahun 2019 dan ditahun 2020.
“Dari item-item tersebut, saat dilakukan audit mayatnya ada kerugian keuangan negara senilai Rp350 juta, nilai inilah yang disinyalir digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi diantarnya bermain judi online,” terangnya.
Baca Juga: Emak-Emak di Sumsel Protes Harga Cabai Rawit Rp120 Ribu Per Kilogram: Cuko Pempek Dak Pedas Lagi
Berita Terkait
-
Tahanan Kasus Asusila Tewas di Sel, Anggota Polres Empat Lawang Diperiksa Propam
-
Emak-Emak di Sumsel Protes Harga Cabai Rawit Rp120 Ribu Per Kilogram: Cuko Pempek Dak Pedas Lagi
-
Cabai Cetak Rekor Harga Tertinggi, Petani di Sumsel Ungkap Penyebabnya: Pasokan yang Menurun
-
Simak Begini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi di Sumsel
-
Disewa Habisi Nyawa Pesaing Bisnis, Komplotan Pembunuh Bayaran di Sumsel Ditangkap
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis