SuaraSumsel.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (DLHP Sumsel) melaporkan kualitas air sungai di daerah ini masuk dalam kategori rendah karena pencemaran dari berbagai aktivitas manusia, diantaranya pertambangan.
Kepala Bidang Gakkum DLHP Sumsel Yulkar Pramilus mengatakan, rendahnya kualitas air sungai didapatkan dari hasil pengukuran tim DLHP ke 73 titik pantau di berbagai wilayah aliran sungai.
Hasil pengukuran tim DLHP terakhir yakni pada tahun 2021 mendapatkan angka Indeks Kualitas Air atau IKA sungai kategori rendah hanya mencapai 58,25.
"Angka IKA itu jauh dari target ketetapan yang pada RPJMD seharusnya mencapai 67,05. Dari beberapa beberapa titik pantau dan parameter mengindikasikan jika pencemaran berasal dari aktivitas tambang," katanya dalam Fokus Grup Diskusi terkait Dampak Aktivitas Pertambangan di Sumsel dalam Perspektif Lingkungan Hidup dan Keadilan Ekonomi di Hotel Grand Ina Daira, Palembang.
Meski demikian ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi dan DLHP berkomitmen akan meningkatkan standar baku mutu pengelolaan limbah sektor pertambangan yang ada di wilayah sungai, sehingga IKA bisa mencapai target.
Proses peningkatan mutu pengelolaan limbah itu bisa berjalan produktif mengingat berdasarkan Undang-undang Cipta Kerja perusahaan pertambangan wajib menggunakan pendekatan berbasis teknologi.
“Dari sini tentu diharapkan adanya pengawasan yang lebih baik lagi ke depannya,” kata dia, seperti realisasi peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang keseluruhan sudah di atas target yakni 62,04 menjadi 69,70 pada tahun 2021.
Peneliti Hidrolik dan Lingkungan Universitas Bina Darma Palembang Prof Dato Achmad Syarifuddin mengatakan, dari beberapa penelitian kualitas air sungai yang ada di wilayah pertambangan seperti di Kabupaten Muara Enim, kandungan kimia air sungai mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketika melintasi aktivitas tambang batubara.
“Penurunan kualitas air Sungai Enim cenderung meningkat secara signifikan akibat adanya kegiatan industri pertambangan batubara sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat,” kata dia.
Baca Juga: Momen Bule Cicip Brengkes Tempoyak Khas Palembang, Reaksinya Bikin Kaget
Menurutnya, perbaikan kualitas lingkungan hidup utamanya sungai membutuhkan keseriusan dari seluruh instansi terkait, terutama, oleh lembaga pengawasan dalam memberikan sanksi. Sehingga, pelaku usaha di industri pertambangan dapat lebih memperhatikan kondisi air sungai.
“Ini butuh keseriusan bersama seluruh masyarakat juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam hal pengawasan kualitas air sungai ini,” katanya..
Pada Fokus Grup Diskusi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu diikuti oleh berbagai peserta berasal dari instansi pemerintahan, organisasi penggiat lingkungan, organisasi wartawan dan media massa, budayawan, politisi serta organisasi mahasiswa secara daring maupun luring.
Diantaranya seperti Kepala Dinas ESDM Sumsel Hendriansyah, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Holda, Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja dan Aktivis HAM dan Pegiat Lingkungan Harris Azhar, akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Ari Wibowo, yang hadir secara daring dari Jakarta.
Wakil Pimpinan Redaksi Republik Merdeka Sumsel Fajar Wiko selaku penyelenggara acara mengatakan, melalui diskusi itu sudah menimbulkan sejumlah sudut pandang baru, utamanya dari pegiat lingkungan dan pegiat antikorupsi, yang menjadi alasan diskusi ini akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat.
"Dari situ ini semua merupakan upaya kita bersama untuk mengisi ruang kosong dialektika dan diskusi untuk kemajuan pemikiran, agar kita semua bisa berkontribusi untuk Sumsel," tandasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Momen Bule Cicip Brengkes Tempoyak Khas Palembang, Reaksinya Bikin Kaget
-
Update Pencarian Eril: Jenazah Belum Ditemukan Setelah Pencarian di Sepanjang 29 Km Sungai Aare
-
Sumsel Sepekan, Atraksi Tong Setan Melukai 12 Anak hingga 4 Berita Menarik Lainnya
-
Fakta-Fakta Atraksi Tong Setan di Sumsel Makan Korban, 12 Anak Dilarikan ke RS
-
Prakiraan Cuaca Sumsel 6 Juni 2022: 6 Wilayah Ini Bakal Dilanda Hujan Petir pada Siang Hari
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRIZZI ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Bawa Pulang Karya Lokal!
-
Bara dari Bumi, Jalan Menuju Kedaulatan Energi
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur