"Saat kondisi prestasi terpuruk turun kasta ke liga 2 dan juga meninggalkan permasalahan finansial. Alhamdulillah kita berusaha keras, tapi belum berhasil untuk kembali ke liga 1. Apabila Sriwijaya FC terdegradasi ke liga 3, maka kita semua setuju dicap gagal," ujarnya.
"Faktanya, kita ngambil alih pengelolaan tim tahun 2018 dari liga 2 yang terpuruk dengan total utang Rp28 miliar, tunggakan gaji pemain waktu itu Rp3 miliar. Total beban kita waktu itu, Rp 31 miliar. Jadi jelas, kita mengambil alih Sriwijaya FC, dari keterpurukan degradasi dan persoalan keuangan," sambung Hendri.
Pada saat itu, untuk membebaskan finansial SFC agar bisa kembali tampil berkompetisi di Liga 2 2019.
"Manajemen SFC yakni HZ dan Bapak Asfan Fikri Sanap, membantu mencarikan pinjaman sebesar Rp 3 miliar. Kemudian dari sisi prestasi, upaya manajemen dan tim Sriwijaya FC yang berusaha target untuk bisa kembali naik ke Liga 1, ia menyebut dinilai luar biasa maksimal," ujar Hendri.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel 2 Juni 2022, Palembang Bakal Hujan di Malam Hari
Kemudian lebih dari itu, masyarakat Sumatera Selatan, khususnya para penggemar dan suporter Sriwijaya FC, bahwa kondisi keuangan klub pada tahun 2020 dan 2021 sangat sulit.
"Bayangkan saja, kita defisit hingga Rp 6 miliar pada tahun 2020. Penyebabnya jelas, karena kompetisi dihentikan karena covid. Sehingga para sponsor batal menggelontorkan dananya," ujarnya.
"Luar biasa kita masuk semi final. Kita kalah melawan Persita dan Persiraja. Artinya, semangat untuk masuk Liga 1 itu luar biasa. Semua upaya dilakukan, tidak perlu saya beberkan upayanya secara gamblang. Yang jelas, saran dari suporter dan penggemar, sudah dilakukan semua. Menurut saya, itu faktor takdir saja yang membuat kita belum lolos ke liga 1," imbuh Hendri.
"Sekali lagi, saya berterima kasih kepada para penggemar yang memberikan masukan dan kritik. Kita kerja untuk Sriwijaya FC dengan keikhlasan dan kecintaan. Terakhir, mohon doanya, mudah-mudahan Sriwijaya FC dapat segera bangkit ke liga 1, sesuai dengan cita-cita kita bersama. Hasil akhir, Allah SWT yang menentukan.
Hendri juga mengungkapkan mengenai musim 2022 ini. Usai mengikuti Kongres PSSI di Bandung, menyimpulkan semua tim hampir 80 persen belum ada persiapan.
Baca Juga: Harga Telur Ayam di Sumsel Meroket, Tembus Rp28.000 per Kilogram
"Baru ngotak-ngatik. Karena semua tim trauma, karena kompetisinya kapan dan bagaimana bentuknya belum tahu pasti. Semuanya masih kabur, nantinya berapa wilayah. Nah itu sebetulnya sangat menentukan. Kesiapan kita sekarang, masih menunggu pengelola klub ini. Apakah akan bekerjasama dengan pihak luar (investor/akuisisi), ataukah nanti pengurus ini akan dirombak. Kita lihat dalam minggu ini.
Berita Terkait
-
Siapa Mahyadi Panggabean? Eks Timnas Indonesia yang Sudah Pensiun, tapi Kembali Bermain
-
Kabar Persib: PSS Sleman dan Sriwijaya FC Rebutan Mailson Lima
-
Perjalanan Karier Syakir Sulaiman, Eks Timnas yang Diciduk Gegara Narkoba
-
Pernah Mau Dibeli Baim Wong, Begini Nasib Klub Legendaris Sriwijaya FC
-
Profil dan Prestasi Ferry Rotinsulu, Eks Kiper Timnas Indonesia yang Anggap Pemain Naturalisasi Kebanyakan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap