SuaraSumsel.id - Mantan Ketua DPR Marzuki Alie menjadi saksi dalam kasus korupsi masjid Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (10/5/2022). Sebagai pembina yayasan Masjid Sriwijaya, Marzuki Alie menyesalkan jika pembangunan masjid yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut dihentikan.
Marzuki Alie menjadi saksi dengan terdakwa Muddai Maddang di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan Di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim Yoserizal SH MH, Marzuki Alie mengungkapkan jika selama menjadi pembina, tidak menemukan mekanisme yang salah.
“Selama saya menjadi pembina, jika ada bantuan hibah lalu ada permintaan maka akan dikeluarkan oleh pengurus Yayasan, sebagaimana mekanismenya,” kata Marzuki Alie.
Menurut Marzuki Alie, terdakwa Muddai Madang hanya menjalankan tugas sebagai bendahara Yayasan Masjid Sriwijaya, tanpa adanya maksud untuk menguntungkan pribadi ataupun pihak-pihak lainnya.
Ia mengaku sangat menyayangkan pembangunan Masjid Sriwijaya ini dihentikan, yang seharusnya masih tetap dilanjukan pembangunannya agar tidak menjadi catatan kelam bagi provinsi Sumsel.
Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kuasa hukum Muddai Madang Imam Sofian mengaku mengapresiasi atas inisiatif Marzuki Alie maju sebagai saksi meringankan.
Dia menerangkan jika kliennya adalah orang yang berjiwa sosial tinggi dan bertanggung jawab sebagai bendahara Yayasan Masjid Sriwijaya.
“Karena sebagaimana dijelaskan saksi meringankan tadi, klien kami ini sejak awal telah menjadi donatur tetap dalam proses pembangunan Masjid Sriwijaya, terbukti menjadikan rumahnya sebagai kantor Yayasan Masjid Sriwijaya,” kata DR Imam Sofyan diwawancarai saat skorsing sidang.
Baca Juga: Mengumbar Perselingkuhan di Media Sosial, Polwan di Sumsel Ingin Suaminya Dipecat Sebagai ASN
Tag
Berita Terkait
-
6 Fakta ASN Pemkab OKI Dilaporkan Istri Karena Berselingkuh: Mulanya Curiga, Lalu Cek Obrolan di HP
-
Capai 45.980 Pemudik Manfaatkan Jasa Kereta Api Ketika Libur Idul Fitri 1443 Hijriah
-
Bocah Diduga Hepatitis Misterius Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dinkes Medan
-
Palembang Bersiap PTM Penuh, Berikut Pertimbangan Dinas Pendidikan
-
Terdengar Ledakan hingga Asap Hitam Mengepul , Viral Mobil Baleno Plat Putih Terbakar di Jalan
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi