SuaraSumsel.id - Beberapa pekan terakhir, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terutama yang berada di perbatasan Sumatera Selatan atau Sumsel dipadati oleh antrean kendaraan atas bahan bakar solar.
Seperti yang terlihat di jalan Letnan Muchar Saleh Kayuagung, maupun di Jalan Lintas eks kantor DPRD OKI, volume kendaraan sangat padat yang mengantre.
Mereka bahkan justru rela antre berjam-jam mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Yanto, salah seorang pengendara yang mengaku ingin ke Palembang mengatakan dirinya rela menunggu lama untuk mendapatkan BBM solar tersebut.
“Saya terkadang menunggu tiga hingga empat jam untuk mendapatkan BBM jenis solar tersebut,” ujarnya.
Yanto mengungkapkan, persediaan stok solar di SPBU, mulai sedikit langka jika dibandingkan sebelumnya.“Kami berharap kondisi kelangkaan ini tidak lama, sehingga bisa kembali normal seperti sediakala,” ungkapnya.
Supervisor SPBU Celikah Saudi Alpiyan saat dikonfirmasi mengatakan, untuk ketersediaan penyediaan yang diberikan dari pihak pertamina masih seperti biasa. "Karena volume kendaraan yang padat dan pembelian solar harus di-input terlebih dahulu oleh petugas SPBU, baik nomor kendaraan maupun telepon, sehingga terjadi antrean," ujarnya.
“Namun, bagi kendaraan yang tidak ingin mengantre cukup lama, maka kita memiliki produk lain dari Pertamina yakni Dexlite dan Pertamina Dex. Para pengendara dapat memanfaatkan dua jenis bahan bakar tersebut, jika tidak ingin terjadi antrean,” ujar dia.
Hadir di rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Wakil Gubernur atau Wagub Sumsel, Mawardi Yahya mengungkapkan jika permasalahan antrean solar di SPBU dialah kewenangan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: BMKG: Suhu Daerah Sumsel Dataran Rendah, Bakal Terik 34 Derajat Celcius
Berita Terkait
-
BMKG: Suhu Daerah Sumsel Dataran Rendah, Bakal Terik 34 Derajat Celcius
-
Inflasi Sumsel Terjaga di Awal Tahun, Warga Diminta Tidak Belanja Berlebihan Saat Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri
-
Antusias Warga Palembang Sambut Ramadhan, Pawai Kendaraan Hias Warnai Jalan Protokol
-
Detik-detik Kecelakaan Dua Truk Tronton di Palembang Terekam CCTV, Kronologisnya Begini
-
Riuh Terawan dan IDI, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unsri Yuwono: Jangan Buru-Buru Dihakimi, Hormati Beda Hipotesis
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka
-
Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
-
PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka