"Termasuk bagaimana adanya keberadaan rumah perlindungan pekerja perempuan, atau komite gender. Keberadaan komite gender bisa menjadi upaya agar praktek-praktek kekerasan atau pelecehan di perusahaan dapat dicegah. Dengan adaya serikat kerja, menjadi motor penggerak, para pekerja bersama-sama menyuarakan hak-haknya," harap Reti.
Komite gender pun diharapkan bisa diisi oleh pekerja-pekerja perempuan. Dengan demikian, komite gender akan lebih maksimal menyuarakan hak-hak pekerja perempuan, seperti adanya hak haid, menyusui, melahirkan dan hak-hak perempuan lainnya.
Keberadaan komite gender sendiri, harapannya bisa merangkul seluruh pekerja perempuan. Karena dalam kesepakatan ILO sendiri, tidak ada pembagian perlindungan pekerja berdasarkan status. "Seluruh pekerja harus dilindungi, baik yang berstatus buruh harian lepas," harapnya.
Dengan adanya komite gender di perusahaan perkebunan sawit, Reti pun mengharapkan, akan mampu menjalankan peran dengan maksimal. "ILO mendorong bagaimana praktik baik ini bisa dicontoh, perusahaan yang belum melaksanakan bisa segera mengikuti dan yang telah terbentuk, harapannya tidak hanya menjadi pencapaian di atas kertas, namun ada aksi bersama dalam perlindungan pekerja perempuan di sektor perkebunan," imbuhnya.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) juga optimis, akan kerja bersama dalam menjawab permasalahan perlindungan pekerja sawit perempuan. Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, Sumarjono mengungkapkan, komoditas sawit makin memperlihatkan pencapaian positif, saat ini.
Kontribusi pada nilai ekspor yang terus meningkat, dari 11-13 persen menjadi 17 persen-18 persen. Meski dalam perjalanannya, sawit Indonesia kerap diterpa isu negatif.
“Saya lebih optimis, soal perlindungan pekerja perempuan ini. Butuh kolaborasi untuk menjawabnya. Tidak hanya pekerja, serikat pekerja, termasuk pengusaha, asosiasi pengusaha, pemerintah baik pusat dan daerah, bersama-sama,” ujar Sumarjono pada Suara.com belum lama ini.
Terdapat enam pekerjaan rumah di sektor perkebunan sawit saat ini, yakni perlindungan pekerja perempuan, upah, pekerja anak-anak dan perempuan, keselamatan kerja dan pengawasan pemerintah.
“GAPKI telah mengeluarkan sebuah panduan praktis dan praktik baik yang dipergunakan oleh para anggota, mengenai komitmen, organisasi, kolaborasi, komunitas, hingga keterwakilan perempuan, perlindungan kesehatan, dan fasilitas perlindungan anak-anak,” ujarnya.
Di Sumsel sendiri, GAPKI baru beranggotakan 80 perusahaan sawit dari lebih dari ratusan perusahaan sawit yang beroperasional. Dari anggota-anggota GAPKI pun, telah ada yang berhasil menerapkan praktik baik ini, seperti halnya PT Austindo Nusantara Jaya TBK.
Dalam seminar peringatan Hari Perempuan Indonesia (8/3/2022), perwakilan PT. Austindo Nusantara Jaya TBK atau ANJ, Adhika Mandr Karuna menjelaskan jika perusahaannya telah berkomitmen dalam perlindungan pekerja perempuan.
“Komitmen di antaranya kesetaraan gender, kesetaraan kesempatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan, pelayanan kesehatan perempuan dan pengasuhan anak,” ujar Andhika.
Di perusahaan yang juga memiliki wilayah kerja di Sumsel ini, menerapkan mekanisme perlindungan pekerja perempuan dengan pembentukan komite gender dan perlindungan anak di setiap lokasi yang melapor pada General Manajer (GM) estate setempat.
Selain itu, juga tersedia jalur ANJ Value Champion di setiap lokasi operasi. Para Value Champion ini melaporkan kepada dua komisaris setiap bulan mengenai situasi pekerja.
“Tersedia juga mekanisme keluh kesah karyawan yang dilengkapi log book dan dimonitor setiap saat. Tersedia whistle blowing sistem, yakni pelaporan yang dirahasiakan. Pelaporan ini, jika ada orang yang enggan menyampaikan secara langsung. Di perusahaan, perlindungan pekerja perempuan dilakukan menyeluruh, karena di perusahaan, sudah tidak ada lagi yang berstatus pekerja buruh lepas,” terang Andhika.
Tulisan ini adalah karya jurnalistik pada program Fellowship yang dilaksanakan oleh AJI Indonesia bekerjasama dengan International Labour Organization ( ILO).
Tag
Berita Terkait
-
Tak Terima Dinasehati karena Main Rangkul Wanita di Terminal Sako Palembang, Sopir Angkot Bacok Teman Sendiri
-
Operasi Senpi Musi 2022 Berakhir, Polda Sumsel Amankan 59 Pucuk Senjata Api Ilegal
-
Wawako Palembang Fitrianti Agustinda Beri Ucapan HUT Suara.com ke-8: Terus Aktual dan Terpercaya
-
Sakit Hati Diputus Cinta, Oknum Polisi di Sumsel Bakar Mantan Pacarnya
-
Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-8 Suara.com, Gubernur Sumsel Herman Deru: Terus Berkarya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi