Diketahui dari Yunus, petani sawit Sumatera Selatan (Sumsel) terbagi menjadi dua macam yakni petani swadaya dan plasma.
"Kalau petani swadaya mereka mengelola kebun sawit sendiri dari tanam sampai panen. kemudian menjual TBSnya ke tengkulak atau pengumpul yang terdekat dengan kebun," ujarnya.
Petani plasma yang manajemen satu atap, pengelolaannya mulai dari pembangunan sampai perawatan dan panen dilakukan oleh perusahan.
Kemudian TBSnya dijual ke pabrik kelapa sawit. Sementara para petani, hanya mengawasi serta terlibat dalam operasi atau sebagai pekerja dan tidak pada ranah manajemen.
"Sedangkan untuk petani plasma yang tidak menajemen satu atap, mereka mengelola sendiri kebunnya dan tetap menjual TBSnya ke pabrik kelapa sawit," papar Yunus.
Terkait harga TBS, Yunus mengatakan kalau antara manajemen plasma dan swadaya terkadang terdapat selisih penjualan.
"Harga TBS petani swadaya itu mengikuti harga pasaran atau harga papan dari pabrik kelapa sawit. Sementara TBS petani plasma mengikuti harga penetapan dinas perkebunan provinsi Sumsel yang ditetapkan dua kali dalam sebulan," jelasnya.
Kontributor: Melati Putri R
Baca Juga: Pengusaha Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Pernah Ungkap Mulai Bisnis Minyak dan Gas dari Sumsel
Berita Terkait
-
Pengusaha Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Pernah Ungkap Mulai Bisnis Minyak dan Gas dari Sumsel
-
Ketua KPK Firli Bahuri Turut Hadiri Peresmian Jembatan Air Lontar di OKU, Ada Apa?
-
Ajak Kembali ke Angkutan Massal, Kemenhub Bagikan Kartu Berlangganan LRT pada ASN dan Mahasiswa Rp25.000
-
Prakiraan Cuaca Sumsel 28 Februari 2022, BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Disertai Petir dan Kilat
-
Minyak Goreng di Sumsel Langka, Pengamat Ekonomi Unsri: Pemerintah Lagi Adu Kuat Sama Pengusaha
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
Thai Street Buka Outlet Terluas di Indonesia di Palembang Icon Mall, Ada Tom Yum hingga Mango Sticky
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?