SuaraSumsel.id - Warga Palembang menceritakan pengalamannya berurusan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil. Cerita ini kemudian viral di media sosial, karena tanggapan dinas yang dinilai tidak logis.
Cerita ini bermula saat seorang teman dari warga Palembang ini mengungkapkan cerita temannya. Dia memulai dengan mengatakan jika pada hari Kamis, temannya ke Palembang.
Temannya mengurus akta kelahiran yang hilang. Surat akta kelahiran tersebut sangat dibutuhkannya saat ini.
Namun, setelah datang ke Dinas Catatan Sipil atau Disdukcapil Palembang, Sumatera Selatan. Warga yang melapor ini, diminta melengkapi beberapa syarat yang dibutuhkan.
Keesokkan harinya, setelah beberapa syarat yang dibutuhkan lengkap, hingga 90 persen, dia pun diminta petugas agar memberikan berkas salinan.
Berkas salinan yang dimaksud ialah, salinan (fotokopi) akta kelahiran yang hilang.
Berkas salinan ini akhirnya membuat warga Palembang ini terpaksa pulang. Curahan hati ini pun meminta penilaian dari warganet mengenai syarat yang diminta oleh instansi pemerintahan tersebut.
"copy barang hilang?" tanya akun yang membagikan.
Curahan hati atau curhat ini pun dikomentari warganet dengan mengungkapkan jika instansi Pemerintah mempersulit kebutuhan adminitrasi warga.
Baca Juga: Pelaku Bisnis Pelayaran di Sumsel Keluhkan Kelangkaan Kontainer
"Pengen comen tapi takut ada abang bakso depan rumah," tulis anaksungai.tv
"Gawe d persulit," tulis taufik202708
Berita Terkait
-
Kerugian Kasus Dana Hibah Masjid Sriwijaya Besar, Terdakwa Eddy Hermanto Cs Divonis Ringan Setelah Banding
-
Pameran Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW di Aceh Ramai Dikunjungi, Tampilkan Pedang hingga Sorban
-
Cerita Pilu Petani di Pagar Alam: Beli Pupuk Mahal, Saat Panen Harga Jual Terjun Bebas
-
Tiga Pasien COVID-19 di Palembang Meninggal Dunia saat Isoman
-
Pelaku Bisnis Pelayaran di Sumsel Keluhkan Kelangkaan Kontainer
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?