Sehingga muncul keyakinan, sebenarnya pempek sudah ada di masa kerajaan Sriwijaya, jika memaknai pempek secara harfiah adalah hidangan campuran daging ikan segar dan tepung yang juga dimakan dengan kuah gula aren yang pedas.
Meski saat itu (saat Kerajaan Sriwijaya), makanan tersebut belum dinamai pempek.
Asal Usul Masyarakat Tionghoa di Palembang
Sejarawan Palembang sekaligus Dosen UIN Raden Fatah Palembang, Kemas Ari Panji dalam bukunya berjudul Masyarakat Tionghoa dalam kajian sejarah 1823-1945 mengungkapkan, asal usul masyarakat Tionghoa di Palembang hampir sama dengan asal mula masyarakat Tionghoa di Nusantara.
Hal ini karena sudah adanya hubungan dagang, politik hingga migrasi penduduk. Kemas Ari Panji mengungkap ada empat penyebab migrasi penduduk Tionghoa yang salah satunya menuju ke Provinsi Bangka, dan Sumatera Selatan atau Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel).
Empat penyebab migrasi penduduk Tionghoa tersebut di antaranya masyarakat Tionghoa Selatan tidak bersedia mengakui Pemerintahan Kubilai Khan dari Bangsa Mongol, Dinasti Manchu.
Penyebab kedua, terjadi kerusuhan ketika pemindahan kekuasaan Dinasti Ming ke Dinasti Manchu
Serta penyebab ketiga, akibat situasi ekonomi sulit di negara Cina, serta penyebab keempat terjadinya perang Candu, 1850-1860.
“Masyarakat Tionghoa di Palembang itu, berasal dari Provinsi Kwantung, Fukien, dan Kanton. Jika dari Provinsi Kwantung itu, ada suku bangsa Teo Chiu dan Hakka yang tinggal di daerah Pantai Selatan Cina, dan daerah pedalaman Swatow bagian timur. Sedangkan yang Fukien, adalah suku bangsa Hokkien, dan dari Provinsi Kanton adalah suku bangsa Kwong Fu yang tinggal sebelah barat dan selatan Provinsi Kwantung,” terang Ari.
Baca Juga: Temukan 15 Kg Sabu, Anggota BNN Sumsel Sujud Syukur Teriak Allahu Akbar
Adapun gelombang kedatangan masyarakat Tionghoa tidak bersamaan. Sebelum tiba di Palembang atau Sumatera Selatan mereka tiba terlebih dahulu, berada di Provinsi Bangka Belitung melalui jalur laut.
Setibanya dengan menggunakan kapal-kapal besar, kemudian mereka bergerak memasuki muara sungai dengan kapal-kapal kecil dan sedang dan akhirnya tiba di daratan, yakni wilayah Sumsel bagian pesisir.
Di Pulau Bangka, kedatangan masyarakat Tionghoa sebagai pekerja tambang sedangkan di Sumsel, masyarakat Tionghoa sebagai pekerja di industri.
Mulanya migrasi ini dominan ialah laki-laki yang kemudian menikahi perempuan-perempuan lokal. Pada abad 19, migrasi masyarakat Tionghoa juga dilakukan para perempuan.
Adanya kedatangan, pernikahan hingga hubungan dagang ini lah yang kemudian melahirkan akulturasi nan harmoni pada kuliner setempat, yakni warga Melayu.
Asal Mula Nama Pempek
Tag
Berita Terkait
-
Duel Berdarah di Belakang PIM Mal Palembang, Satu Orang Tangannya Putus
-
Temukan 15 Kg Sabu, Anggota BNN Sumsel Sujud Syukur Teriak Allahu Akbar
-
Produktivitas Sawah di Sumsel Meningkat, Ini Penyebabnya
-
Terjatuh dari Motor, Driver Ojol di Palembang Babak Belur Dipukuli 3 Pelaku Begal Pakai Kayu
-
Sebagian Besar Tanah Makam Bersejarah di Palembang belum Memiliki Sertifikat, Budayawan dan Sultan Tempuh Cara Ini
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
-
Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel