SuaraSumsel.id - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan tindakan penganiayaan pemukulan. Seseorang pria keluar dari kendaraannya lalu langsung mendorong dan menjabak seorang yang diperkirakan mahasiswa.
Video ini pun terlihat beberapa mahasiswa lainnya dengan membawa spanduk. Meski belum diketahui penyebab kejadian tersebut, namun video tersebut dinarasikan jika adanya tindakan premanisme yang dialami mahasiswa Universitas Jambi.
Tindakan premanisme ini terjadi karena mengkritisi pengambilalihan ketua BEM oleh pihak Rektorat.
Dalam narasinya dituliskan jika mahasiswa Universitas Jambi bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Jambi menggelar aksi.
Adapun tuntutan aksi itu menolak intervensi birokrasi mengenai demokratisasi kampus.
Aksi yang berjalan lancar dan damai, di mana mahasiswa bergantian menyampaikan pendapat dengan orasi mengenai kesewenang-wenangan birokrasi yang secara diktator menggantikan Ketua BEM Universitas Jambi.
Menggantikan atau dengan istilah mem-PLT- kan ketua BEM Universitas Jambi tanpa mekanisme yang demokratis serta tidak melibatkan mahasiswa.
Kronologisnya, setelah 10 menit aksi berjalan, tiba tiba pihak birokrasi langsung melakukan kekerasan dengan memberikan beberapa pukulan yang terhujum langsung kepada kepala dan dada korlap aksi, Agustia Gafar.
Tidak cukup itu, aksi premanisme semakin menjadi-jadi dibuktikan oleh sopir di mobil dinas Wakil Rektor III Universitas Jambi.
Baca Juga: Pertamina Sebut 99 Titik SPBU Gunakan Listrik Surya, Juga Ada di Sumsel
Tanpa diduga-duga, ia langsung menerjang, menjambak dan memberikan pukulan telak kepada peserta aksi yang diketahui bernama Azril Habibie.
Tidak cukup sampai di situ, seseorang keluar dari mobil yang sama langsung mengambil sepotong kayu.
Suarasumsel.id pun masih berusaha mengkonfirmasi peristiwa ini.
Tag
Berita Terkait
-
Mengecam Aksi "Smackdown" Polisi pada Demonstran, Komnas HAM: Harus Diusut!
-
Heboh Video Polisi "Smackdown" Mahasiswa Saat Bubarkan Demonstrasi, Ini Kata Kapolres
-
Tuntut Negara Tanggung Jawab, Peserta Aksi Reformasi Dikorupsi Ungkap Kebrutalan Polisi
-
Ketua BEM UI Tepis Kabar Diguyur Proyek Miliaran Rupiah dari KemenKP
-
Rapat Bareng Menteri Luhut Terkait Covid-19, BEM Berikan Masukan Kritis
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?