SuaraSumsel.id - Video memperlihatkan warga binaan atau napi di Lapas Klas IIA Banyuasin, Sumatera Selatan tengah asyik pesta sabu di dalam sel Lapas Kelas IIA Banyuasin. Video ini pun kemudian viral di media sosial.
Pada video tersebut tampak beberapa orang warga binaan yang tengah asyik mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
Narkoba jenis sabu yang masuk ke dalam lapas dan digunakan sejumlah warga binaan. Dari hasil penyelidikan dan interogasi terhadap warga binaan tersebut diketahui jika narkoba itu bisa masuk dengan cara diselipkan di dalam toples ikan cupang.
Orang yang mengantar barang tersebut, merupakan adik salah seorang warga binaan ketika menitipkan makanan dan toples ikan cupang untuk salah seorang warga binaan.
Kalapas Klas IIA Banyuasin Ronaldo Davinci mengungkapkan jika tidak melaporkan kejadian tersebut, karena tidak menemukan barang
"Kami tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, karena tidak ditemukan barang bukti narkobanya. Jadi, kami hanya memberikan sanksi terhadap warga binaan yang ada di foto tersebut, terkait penemuan ponsel saat kami lakukan razia," ujar dia.
"Kejadiannya empat bulan lalu tepatnya Juli 2021, dan sudah kami tindak lanjuti. Untuk warga binaan tersebut sudah kami masukkan ke kamar strap. Bahkan, ada yang kami pindahkan ke lapas lain," ungkapnya.
Pihaknya juga melakukan razia di seluruh kamar yang ada di dalam Lapas Klas IIA Banyuasin. Dari kamar para warga binaan yang menggunakan narkoba, ditemukan satu unit ponsel.
Kontributor: Welly Jasrial Tanjung
Baca Juga: Realisasi Melebihi Target, Bank Sumsel Babel Ajukan Tambahan KUR
Berita Terkait
-
Kanwil Kemenkumham Belum Temukan Tindakan Sadis di Lapas Pakem, Begini Kata Warga Binaan
-
Tindaklanjuti Dugaan Penyiksaan di Lapas Narkotika, Kemenkumham DIY Temui Komnas HAM
-
Kemenkumham Akan Tindak Petugas yang Diduga Siksa Napi di Lapas Narkotika DIY
-
Diduga Ada Penyiksaan, Komnas HAM Bakal Kunjungi Lapas Narkotika Yogyakarta Pekan Ini
-
Lanjutkan Pemeriksaan, ORI DIY Panggil 3 WB yang Alami Kekerasan di Lapas Narkotika
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak