SuaraSumsel.id - Kasus selebgram Rachel Vennya makin menjadi perbincangan publik. Setalah viral, kemudian banyak pihak yang mengharapkan kasus ini diproses hukum, hingga akhirnya diperiksa polisi.
Belakangan, Rachel Vennya meminta maaf dan mengaku khilaf. Dalam kasus kabur dari kewajiban karantina COVID-19, Rachel Vennya diketahui dibantu dua oknum TNI.
Mulannya kasus yang viral di media sosial, bermula dari cuitan warganet yang mengungkapkan jika selebgram 26 tahun ini kabur dari karantina COVID-19 di wisma atlet.
Setelah diperiksa tim penyidik Polres Polda Metro Jaya, ibu dua anak ini pun akhirnya minta maaf. Ia menjalani pemeriksaan bersama pacar Salim Nauderer dan sang manajer Maulida Khairunnisa.
Usai diperiksa, ia pun meminta maaf. Mengungkapkan jika apa yang dilakukannya ialah sebuah kekhilafan.
"Teman-teman semuanya. Saya, Maulida dan Salim ingin menyampaikan minta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat atas kesalahan kami," kata Rachel Vennya di Polda Metro Jaya, Kamis (21/10/2021), malam.
Selebgram 26 tahun itu mengaku khilaf karena sudah membuat resah masyarakat.
"(Minta maaf) atas kekhilafan kami karena sudah meresahkan masyarakat," beber Rachel Vennya.
Sebagai sanksi atas kesalahan tersebut, Rachel Vennya bersama Salim Nauderer dan Maulida Khairunnisa siap menjalani proses hukum.
Baca Juga: Bobby Rizaldi, Plt Ketua DPD Golkar Sumsel Pernah Berkarier di Industri Migas
"Kami juga sekarang akan menjalani proses hukum yang berlaku. Terima kasih dan mohon doanya," kata Rachel Vennya.
Sementara pengacara Indra Raharja menerangkan masalah karantina telah disampaikan pada polisi. "Seputar kronologi dan lain-lain. Itu ada 35 pertanyaan untuk Rachel. (karantina) sudah kami sampaikan," terang pengacara Rachel Vennya.
"Materi-materi tidak akan kami sampaikan disini. Hal yang bersifat elementer sudah disampaikan ke polisi," imbuhnya.
Sebelumnya, Kodam Jaya selaku Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu Covid-19 menyebut terdapat oknum anggota TNI yang terlibat aksi kabur Rachel Vennya dari wisma atlet.
"Penyelidikan kemarin, pendalaman memang ada dua oknum yang bekerjasama," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arh) Herwin Budi Saputra di Jakarta, Kamis (21/10/2021).
Mengutip Antara, kedua oknum anggotaTNI beridentitasl FS dan IG. Oknum FS bertugas sebagai Satgas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan IG bertugas sebagai Satgas Pengamanan di Wisma Atlet, Pademangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu