SuaraSumsel.id - Nama Suhandy mendadak menjadi perhatian publik. Setelah ditetapkan tersangka sebagai pihak rekanan yang memberikan suap kepada Bupati Dodi Reza Alex Noerdin.
Berdasarkan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Suhandy (SUH) merupakan pihak yang memberikan suap atas pekerjaan 4 proyek di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dari 4 proyek di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut, Bupati Dodi Reza Alex (DRA) meminta fee sebesar 10 persen, dengan nilai yang mencapai Rp2,6 miliar.
Suhandy ikut tertangkap tangan saat Jumat (15/10/2021) di Musi Banyuasin. Saat itu, Suhandy tertangkap tangan menyerahkan uang kepada tersangka MH, yang merupakan kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin dan EU, ialah kepala Bidang SDA, yang merupakan PPK dari proyek tersebut.
Mulannya, MH dan EU yang sudah mendapatkan arahan dari Bupati DRA, agar mengatur mekanisme lelang pada anggaran pengerjaan pengairan di Dinas PUPR, dengan menggunakan anggaran APBD 2021.
Dalam skemannya, MH Dan EU atas arahan DRA mengatur agar empat pekerjaan proyek tersebut dimenangkan oleh SUH alias Suhandy.
Dengan penunjukkan atas arahan ini, mekanisme lelang diatur sedemikian rupa hingga memenangkan perusahaan milik Suhandy, PT Selaras Simpati Nusantara sebagai pemenanang tander.
PT. Selaras Simpati Nusantara ditetapkan sebagai pemenang empat proyek pengairan di Dinas PUPR, yakni proyek irigasi di Desa Mulak Tiga senilai Rp2,3 miliar, rehab irigasi Rp4,3 miliar dan rehab irigasi Rp3,3 miliar. Selain ketiganya, ada irigasi danau di kota Sekayu senilai Rp9,9 miliar.
Hasil penelusurannya, perusahaan ini memiliki kantor di Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Ketua DPD Dodi Reza Alex Ditahan KPK, Potensi Muncul Tokoh Baru Partai Golkar Sumsel
Tidak banyak informasi mengenai perusahaan ini di dunia maya. Diketahui perusahaan yang dipimpin Suhandy hanya disebutkan pemenang dari pekerjaan di kabupaten Pali, dengan nilai yang juga lumayan fantastik.
Selebihnya, perusahan ini terdeteksi di mesin pencarian google hanya membuka loker pekerjaan. Di satu kampus swasta, perusahaan ini mencari tenaga kerja baru.
Sementara tidak ada informasi lainnya mengenai perusahaan ini.
Di beberapa organisasi kontruksi lokal, nama Suhandy juga tidak begitu populer. Dikatakan, ia tergolong yang bukan atau sudah lama terkenal sebagai pengusaha kontruksi di lokal.
"Mungkin pengusaha kontruksi dari luar (luar Sumsel) yang mencoba masuk pekerjaan kontruktruksi," ujar salah satu kontraktor di Musi Banyuasin.
Wakil Ketua KPK, Alexander mengungkapkan aliran dananya, bermula terdeteksi dari pihak rekanan ini, SHU mengirimkan uang kepada nomor rekening dari salah satu keluarga PPK, EU.
Berita Terkait
-
Sebelum Ditangkap KPK, Dodi Reza Alex Sempat Berdialog Hal ini dengan Gubernur Deru
-
KPK Dalami Sumber Uang Rp1,5 Miliar di Mobil Dodi Reza Alex, Terbungkus Tas Merah
-
Korupsi Suap Infrastruktur oleh Pejabat Muba, Moral Parpol juga Dipertanyakan
-
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin
-
Ketua DPD Dodi Reza Alex Ditahan KPK, Potensi Muncul Tokoh Baru Partai Golkar Sumsel
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
-
Batas Waktu Takbiran Idul Adha 2026, Sampai Kapan Takbir Masih Disunnahkan?