Pihaknya mencatat hewan yang mati merupakan jenis Kenari Hitam lantaran mudah mengalami stres.
Saat pertama kali memeriksa seluruh hewan, pihaknya mendapati gejala stres pada hewan.
"Rata-rata hewan tersebut sudah enggan menerima makan atau pun minum dan mengalami infeksi saluran pernapasan," terang ia.
Hewan ini dibawa dari habitatnya di kawasan Indonesia Timur bisa melalui udara maupun laut. Dilanjutkan dengan jalur darat. Selama perjalanan mereka pasti stres. Hewan ini tidak bisa diperlakukan kasar, atau pun berisik. Harus dengan lembut, kalau tidak dia akan mati, karena sangat berpengaruh pada persoalan psikisnya," ungkap dia.
Dari ke-76 hewan yang selamat selama masa perawatan ditemukan 11 burung yang terinfeksi flu burung. Rata-rata mereka yang terinfeksi adalah jenis Nuri Ara Besar.
Jafrizal menjelaskan, keseluruhan hewan yang dikembalikan ke habitatnya akan menjalani karantina selama 7-14 hari. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kembali dengan habitatnya.
"Setelah diperiksa Nuri ini paling rentan terkena penyakit. Untuk langkah yang diambil adalah pemusnahan karena menghindari dampaknya ke manusia," pungkasnya.
Kontributor: Welly Jasrial Tanjung
Baca Juga: Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes
Tag
Berita Terkait
-
118 Satwa Gagal Diseludupkan ke Thailand, BKSDA Siapkan Translokasi ke Papua
-
Periksa Mobil MPV, Satgas Pamtas 643/Wns Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa
-
Penyelundupan Puluhan Buaya Muara Digagalkan Petugas Bandara Pekanbaru
-
Diduga Diserang Binatang Buas, Jasad Suadi Ditemukan Tak Utuh di Kebun Kopi
-
Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga