SuaraSumsel.id - Belum selesai riuh donasi Akidi Tio Rp 2 triliun, kini Anak Akidi Tio, Heriyanty (sebelumnya ditulis Heriyanty) ditagih perihal utang Rp 2,3 miliar.
Utang ini bersumber dari Siti Mirza Nuria yang merupakan sahabatnya sendiri. Siti Mirza merupakan seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan yang juga kenal dan dekat dengan Prof Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga Akidi Tio.
Kuasa Hukum dr Siti Mirza, Rangga Afianto mendatangi Polda Sumsel, Senin (9/8/2021) guna berkonsultasi dengan Dirkrimum Polda Sumsel perihal utang-piutang klien pada anak Akidi Tio, Heriyanti.
Heriyanti yang merupakan anak bungsu Akidi Tio diungkap benar memiliki utang Rp 2,3 miliar pada dr Siti Mirza. Utang tersebut merupakan pinjaman dari Heriyanti yang awalnya berbagi keuntungan bisnis.
Dari kesepakatan antara dr Siti Mirza dan Heriyanti utang tersebut bakal dibayar dengan batas waktu Juni 2020. Hingga kini utang tersebut tak kunjung dibayar anak Akidi Tio tersebut.
"Memang benar Heriyanti punya utang dengan klien kami Rp 2,3 miliar. Sudah ada perjanjian bayar, namun sampai kini belum dibayar," katanya, saat ditemui di Dirkrimum Polda Sumsel, Senin (9/8/2021)
Meski telah sepakat pembayaran sesuai deadline, namun Heriyanti tidak kunjung membayar janji hutang tersebut.
"Heriyanti tidak ada itikad membayar, saat kami datangi dia di rumahnya, ia mengatakan tidak mau bertemu kami," jelas Rangga.
Rangga juga menambahkan jika ada laporan kepolisian (LP) yang beredar sebelumnya, bukan mereka yang membuat laporan tersebut.
Baca Juga: Kapolda Sumsel Ziarah ke Makam Akidi Tio, Rumah Anak Akidi Tio Tetap Dijaga Polisi
Saat ini, pihak kuasa hukum tengah mempelajari apakah ada ranah pidana atau perdata dalam kasus hutang piutang anak bungsu Akidi Tio ini.
"Apabila ada unsur pidananya kami akan buat laporan. Kami akan mencari fakta apakah ini masuk ranah pidana atau tdak. Karena, yang berhubungan dengan utang pituang masuk ranah keperdataan," pungkas Rangga.
Nama Anak Akidi Tio, Heriyanty terseret setelah donasi AKidi Tio Rp 2 triliun tersebut bodong alias belum ada sampai saat ini. Ia pun yang pertama kali menghubungi dokter keluarga Prof Hardi Darmawan yang menyatakan niatan guna menyumbang bagi penanggulangan COVID 19 di Sumatera Selatan.
Sampai 9 Agustus ini, donasi Rp 2 triliun tersebut belum ada. Pihak perbankan mengungkapkan bilyet giro milik Heriyanti itu belum cukup saldonya.
Kontributor: Andika.
Berita Terkait
-
Pedas! Uangnya Dipinjam Rp 2,3 Miliar, Kini 'Si Cantik' Ingin Anak Akidi Tio Minta Maaf
-
Polisi Tunggu Hasil Tes Kejiwaan Anak Akidi Tio, Butuh 5 Hari
-
Siti Mirza Harap Anak Akidi Tio Beri Klarifikasi, Minta Maaf pada Masyarakat
-
Anak Akidi Tio Diperiksa Kejiwaan, Bagaimana Hasilnya?
-
Kapolda Sumsel Ziarah ke Makam Akidi Tio, Rumah Anak Akidi Tio Tetap Dijaga Polisi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
-
Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu
-
Demo Karhutla Berujung Pengeroyokan 2 Wartawan, Polisi Tangkap Terduga Provokator dan Sita 2 Sajam
-
AJI Palembang Desak Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Polda Sumsel Ditangkap
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak