SuaraSumsel.id - Kepolisian Resor Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengungkapkan empat rumah warga Kecamatan Pondok Suguh terbakar diduga akibat arus pendek listrik.
"Sebanyak empat bangunan rumah warga di Kecamatan Pondok Suguh yang terbakar sejak enam hari terakhir dan penyebabnya diduga akibat arus pendek listrik," kata Kepala Kepolisian Resor Mukomuko AKBP Andy Arisandi dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis (17/6/2021).
Ia kembali menerima laporan terkait dengan kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Kecamatan Pondok Suguh dari Polsek Pondok Suguh.
Ia mengatakan kebakaran yang diduga berasal dari arus pendek listrik menghanguskan tiga rumah semi permanen milik petani Desa Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh, Sabtu (12/6/2021) siang.
Sebanyak tiga rumah semi permanen ludes karena terbakar tersebut, milik Amrizal Laham (49), Syamsurizal (65), Yusnimar (45), dan satu dinding rumah milik Toni (35).
Kebakaran yang diduga berasal arus pendek listrik menghanguskan rumah milik Abustar (50), karyawan PT Agromuko, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini, Kamis (17/6/2021).
Kebakaran tersebut selain menghanguskan satu rumah semi permanen, satu mobil Daihatsu Terios, dan satu sepeda motor merek Vega. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Camat Pondok Suguh Abdul Hadi mengatakan empat rumah warga di wilayah itu hangus terbakar dengan penyebab diduga arus pendek listrik.
Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap kebakaran.
Baca Juga: Kebakaran di Gunung Bugis Balikpapan, 40 KK Kehilangan Tempat Tinggal
Ia mengharapkan warga menggunakan kabel listrik yang Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk instalasi rumahnya, guna mengantisipasi terjadi arus pendek listrik.
"Kami mengimbau warga selalu waspada terhadap kebakaran ini dan kami berharap ke depan warga menggunakan kabel listrik yang standar untuk mencegah arus pendek listrik," ujarnya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Dugaan Korupsi, Kadis Damkar Depok Kembali Diperiksa Kejari
-
Kebakaran di Gunung Bugis Balikpapan, 40 KK Kehilangan Tempat Tinggal
-
Warga Bengkulu Resah Marak TKA China Datang saat Pandemi, Perusahaan Batu Bara Dipolisikan
-
Api Berkobar Selama Dua Jam, Belasan Rumah Warga di Gunung Bugis Hangus Terbakar
-
Kamis Siang, Pemukiman Gunung Bugis Balikpapan Barat Terbakar Lagi
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor
-
PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen