SuaraSumsel.id - Sebanyak 10 daerah di Sumatera Selatan atau Sumsel dipetakan sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, pada tahun ini.
Pemetaan dilakukan sebagai tindakan pencegahan dini ancaman bencana kabut asap itu.
"Berdasarkan hasil evaluasi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi ini, pada setiap musim kemarau permasalahan itu terjadi pada lokasi yang sama. Daerah rawan karhutla itu dipetakan sebagai fokus perhatian tindakan pencegahan dini," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi di Palembang, Senin (31/5/2021).
Ia menjelaskan, sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, penanganan masalah karhutla tahun ini harus lebih serius dengan melakukan berbagai tindakan antisipasi dan penegakan hukum secara tegas.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan menghadapi musim kemarau 2021 ini, pihaknya telah memetakan 10 daerah rawan karhutla untuk menjadi perhatian jajaran Polda Sumsel, dan membentuk tim penanggulangan karhutla.
Kesepuluh daerah rawan karhutla itu yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Muara Enim, Lahat, Musirawas, dan Kabupaten Muirawas Utara (Muratara),
Daerah yang dipetakan rawan karhutla itu, dalam beberapa bulan terakhir mulai terdeteksi banyak titik panas (hotspot) dan angkanya cenderung meningkat.
Titik panas yang terdeteksi di wilayah provinsi ini terus bergerak naik, pada Maret 2021 terdeteksi hanya 49 hotspot, April meningkat menjadi 122 titik, dan pada periode 1-27 Mei 2021 terdapat 134 hotspot.
Melihat perkembangan titik panas yang cenderung meningkat, Kasatwil di daerah rawan karhutla itu diminta untuk melakukan pengawasan ketat dan berbagai tindakan antisipasi sejak dini.
Baca Juga: Tragis! Begini Kronologi Pemerkosaan Gadis Belia di Kebun Kopi Lahat Sumsel
Selain itu, pihak terkait diminta gencar memberikan imbauan kepada masyarakat dan pemilik perusahaan perkebunan di wilayahnya agar melakukan berbagai persiapan antisipasi karhutla menghadapi musim kemarau.
Lahan perkebunan yang rawan terjadi kebakaran pada saat musim kemarau, pemiliknya atau pengelolanya diminta membangun kanal, menyiapkan sumber air serta peralatan yang dapat digunakan dengan mudah dan cepat untuk memadamkan api.
Jajaran Polres di 10 daerah yang dipetakan rawan karhutla diperintahkan sejak beberapa bulan terakhir melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan perusahaan perkebunan.
Dengan melakukan pembinaan, diharapkan bisa dilakukan berbagai kegiatan antisipasi, sehingga dapat dicegah terjadinya karhutla yang bisa mengakibatkan terjadinya bencana kabut asap yang berdampak mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat, katanya.
Selain melakukan berbagai tindakan antisipasi sejak dini, pihaknya berupaya melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai dengan maklumat larangan membakar untuk membuka atau membersihkan lahan pada musim kemarau.
"Masyarakat dan pengelola perusahaan perkebunan di provinsi setempat jangan coba-coba melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan setelah panen atau membuka lahan baru pada musim kemarau ini," ujarnya.
Berita Terkait
-
Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Pasenan di Mura Putus
-
Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Maut Bus Sambodo di Jalintim Sumatera
-
Kick Off Food Estate di Sumsel, Mentan: Target Kita Ekspor, Gertak Tekan Impor
-
Bus AKAP Sambodo Terbalik di Sumsel, 3 Warga Sumbar Tewas
-
Titik Api di Sumsel Meningkat, Masih Terjadi di Lahan Gambut
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun
-
Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
-
Kebakaran di Bangka Selatan, 600 Rumah Terdampak dan 2.400 Warga Jadi Korban
-
BRI Catat Nilai Merek USD6,9 Miliar, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional