SuaraSumsel.id - Akibat diterjang banjir di Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas atau Mura, Jembatan Gantung yang menjadi penghubung warga kearah ke kebun putus.
Yanto, salah satu warga Desa Pasenan saat dimintai keterangan mengatakan bahwa sejak terjadinya banjir Jembatan Gantung putus sampai saat ini tidak bisa difungsingkan.
"Iya, mas, akibat banjir kemarin, jembatan ini tidak bisa difungsikan oleh warga sini," kata Yanto.
Yanto menjelaskan, selama ini jembatan ini digunakan oleh masyarakat untuk beraktifitas karena hampir semua masyarakat berkebun di seberang jembatan adanya kebun karet, sawit dan lain-lain.
"Jembatan ini cuma satu-satunya, yang digunakan oleh warga, sebab tidak ada jembatan lagi, jadi saat ini sulit masyarakat untuk berkebun," jelas pria berperawakan kurus ini.
Yanto berharap kiranya pemerintah daerah khususnya Kabupaten Mura, untuk melakukan perbaikan atau pembangunan jembatan baru, sehingga masyarakat bisa melakukan aktifitas kembali.
"Saya mewakili warga setempat kiranya, jembatan ini bisa diperbaiki sehingga warga bisa kembali berkebun," tutupnya.
Kontributor: Renaldi
Baca Juga: Gubernur Sumsel Dukung Program Food Estate untuk Stabilitas Pangan
Berita Terkait
-
Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Maut Bus Sambodo di Jalintim Sumatera
-
Kick Off Food Estate di Sumsel, Mentan: Target Kita Ekspor, Gertak Tekan Impor
-
Bus AKAP Sambodo Terbalik di Sumsel, 3 Warga Sumbar Tewas
-
Titik Api di Sumsel Meningkat, Masih Terjadi di Lahan Gambut
-
Dua Sungai Meluap, Empat Desa di Mura Terendam Banjir
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
51 Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Belum Ada Tersangka di Kasus Lampu Jalan Palembang?
-
Bank Sumsel Babel Muaradua Apresiasi Kajari OKU Selatan atas Penyelesaian Kredit Bermasalah
-
Sinergi Strategis Kilang Plaju dan BRIN Selamatkan Ikan Belida sebagai Warisan Hayati Nusantara