SuaraSumsel.id - Pemerintah Kota Jambi bersama umat Budha melepasliarkan satu ton ikan di area wisata Danau Sipin, Rabu (26/5/2021). Kegiatan ini bertepatan rayakan Waisak tahun 2021 serta dalam rangkaian HUT ke-620 Kota Jambi dan HUT ke-75 Pemkot Jambi.
Pelepasliaran ikan ini merupakan ritual Fangshen yang merupakan kegiatan umat Budha untuk menyelamatkan makhluk hidup (hewan). Fangsen biasanya dilakukan dengan membeli hewan yang umumnya yang akan disembelih untuk makanan agar bisa dilepaskan kembali ke alam bebas.
Ketua Persatuan Umat Budha Jambi (PUBJ) Rudi mengatakan, ritual ini memiliki arti ingin membantu makhluk hidup untuk mendapatkan kehidupan lebih baik dan lepas dari penderitaan.
"Sebagaimana kita umat Budha mempercayai adanya hukum karma, maka dari itu kegiatan ini salah satu upaya membantu makhluk hidup lain untuk mendapatkan kehidupan lebih baik," katanya.
Total ada sekitar satu ton ikan yang didominasi ikan lele dan kura-kura yang dilepasliarkan ke Danau Sipin. Selanjutnya, dengan dilepasliarkannya satu ton ikan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada warga sekitar.
b"Apalagi saat ini di masa pandemi, kita lepaskan ikan untuk memberikan kebebasan kepada hewan itu dan dengan dilepasliarkannya ikan semoga bisa memberikan manfaat kepada warga sekitar danau," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, ritual Fangshe tidak hanya sekedar melepaskan namun perlu diniatkan sebagaimana melepaskan hewan ke alam bebas tidak lain untuk mendapatkan keberkahan.
Biasanya umat Budha melakukan ritual Fangshen ini langsung di Sungai Batanghari.
Maka dari itu, dia meminta agar ritual tersebut dapat dilakukan di kawasan Danau Sipin yang tidak lain ini juga dilakukan untuk menambah daya tarik lokasi wisata baru di Kota Jambi tersebut.
Baca Juga: 6 Warga OKU Timur Sumsel Ditangkap di Way Kanan, Ini Penyebabnya
"Kami berterima kasih tentunya, kepada umat Budha di Kota Jambi yang sudah menindak lanjuti usulan melakukan ritual Fangshen di Danau Sipin. Ini sudah yang kedua kalinya dan tentunya ini akan membawa dampak manfaat bagi kepada masyarakat, khususnya yang berada dikawasan ini,” kata Fasha.
Wali kota juga berharap, ritual Fangshen di Danau Sipin ini dapat berkelanjutan di masa mendatang dan selain itu, diharapkan ikan-ikan yang sudah dilepaskan tersebut agar jangan ditangkap terlebih dahulu.
"Kegiatan ini jangan jadi yang pertama dan terakhir, tetapi tentu terus berlanjut dan untuk ikan-ikan yang dilepas tadi diharapkan jangan ditangkap dahulu, biarkan mereka bebas dahulu berkembang besar," kata Syarif Fasha. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Waisak Saat Pandemi, Vihara Dharmakirti Palembang Tiadakan Undapatta Dipusambla
-
Di Depan Para Biksu, Anies: Selamat Hari Raya Waisak untuk Umat Buddha
-
Libur Waisak, Sebanyak 10.331 Orang Kunjungi Kebun Binatang Ragunan
-
Hari Raya Waisak 2021, Ribuan Napi Dapat Remisi
-
Libur Waisak, Jalur Puncak Bogor Padat Merayap
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
7 Cara Mengatasi Cushion Belang agar Makeup Terlihat Rata dan Natural
-
Jejak Dakwah Kiai Marogan Dihidupkan Kembali Lewat Napak Tilas Sungai Musi
-
10 HP Harga Terjangkau untuk Update Android Jangka Panjang, Ideal bagi Pelajar & Karyawan
-
5 Cushion Matte untuk Tampilan Wajah Rapi Tanpa Kesan Dempul
-
Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna