SuaraSumsel.id - Sejak 1 Mei 2021, masyarakat Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, tidak bisa mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat.
Akibatnya, hingga hari ini masyarakat tidak bisa mengurus Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta perkawinan hingga akta kematian.
Parahnya, masyarakat yang hendak melengkapi pemberkasan untuk melamar sebagai CPNS dan PPPK pun ikut terhambat akibat Disdukcapil Kota Pagaralam.
Informasinya, terhambatnya segala pengurus administrasi kependudukan itu lantaran hingga kini Disdukcapil Kota Pagaralam belum memiliki Kepala Dinas yang akan menandatangani semua keperluan tersebut.
Hanya satu yang bisai diurus, yakni pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Saat ini belum bisa menerbitkan kartu keluarga dan dokumen kependudukan lainnya. Hal ini disebabkan saat ini kita belum memiliki kepala dinas,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Pagaralam, Surono kepada Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, Senin (24/5/2021).
“Nanti jika pejabat kepala dinas sudah ditunjuk maka akan diajukan Tanda Tangan Elektronik-nya ke pihak Kementerian Dalam Negeri. Jika hal ini sudah disetujui maka kepengurusan dokumen tersebut akan kembali bisa dilakukan,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, berkas di Disdukcapil Pagaralam menumpuk dan belum bisa diproses.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Pagaralam, Marendra Oka Wijaya mengatakan, dalam waktu dekat pejabat Kepala Dinas Dukcapil akan segera diisi. Namun, masih akan diajukan ke pihak Kementerian Dalam Negeri.
Baca Juga: Intesitas Hujan Tinggi, Banjir Setinggi Satu Meter Melanda Pagaralam
“Saat ini pejabat sementara dipegang oleh Sekda Pagar Alam. Namun untuk pejabat yang TTE-nya akan didaftarkan masih diusulkan," katanya.
Berita Terkait
-
Pagaralam Dilanda Hujan Es serta Angin Kencang, BMKG: Fenomena Tak Normal
-
Tradisi Ramadhan di Pagaralam, Warga Turun ke Tebat Tujuh Beku Tangkap Ikan
-
Konflik KONI Pagaralam, KONI Sumsel Tunjuk Caretaker Ketua
-
Hati-Hati, Jalan Pagaralam-Lahat Amblas Hanya Bisa Dilalui Satu Arah
-
Ini Sosok Manajer Sriwijaya FC yang Baru, Wawako Pagaralam
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel