SuaraSumsel.id - Suasana sedih dirasakan keluarga empat gadis ABG di Palembang, Sumatera Selatan yang sudah terhitung seminggu tak pulang ke rumah. Padahal sebelumnya Rohdia Indah Sari, Yunita Malasari, Nina Donalia dan Nadia Tri Agustina dikenal sebagai anak rumahan yang tidak pernah berpergian jauh.
Mereka yang tinggal di Kawasan Kampung Bugis, Sukarame Palembang merupakan tetangga. Biasanya mereka hanya berkumpul di sekitar kampung atau jika pergi selalu ditemani keluarga dan teman.
Asnani, ibu dari Nadia terlihat lesu karena sudah berhari-hari mencari anaknya tanpa hasil. Mulai dari menghubungi keluarga jauh yang mungkin mereka singgahi di luar kota hingga melaporkan ke Mapolres Polda Sumatera Selatan.
Sayangnya, tidak menemui hasil.
"Se-Palembang ini sudah kami cari sampai ke Jabaring, 8 Ilir kemana-mana sudah keliling tapi tak bertemu,"katanya, Jum'at (21/5/21).
Keluarga Isnaini memang ada di Batam, Lampung, Jambi dan Sungai Lilin tapi tak sampai kabar jika mereka menyambangi salah satu sanak saudaranya itu.
"Kami ingin tahu keberadaan mereka, kami ingin anak kami cepat pulang mereka itu tidak tahu jalan," ucapnya penuh harap.
Menurut Isnaini, Nadia ialah anak rumahan dan jarang berpergian. Bahkan Nadia juga belum pernah menginap di rumah sanak keluarga yang lain.
Raut kesedihan tampak jelas dari ibu keempat ABG tersebut, mereka khawatir dan cemas karena mengetahui anak-anaknya tidak memiliki uang tabungan untuk berpergian jauh apalagi sampai berhari-hari.
Baca Juga: Gelar Aksi Palestina, Pentolan FPI dan Ulama Sumsel Dapat Donasi Rp 16 Juta
"Kami ini orang susah mereka itu tidak ada tabungan, paling-paling THR (uang lebaran) itupun tidak banyak mungkin hanya 200 ribu," akunya.
Sepotong baju pun tidak ada yang dibawa keempat ABG tersebut saat izin ingin makan di luar pukul 14.00, Minggu (16/5/2021) lalu. Mereka hanya pergi dengan pakaian yang dikenakan di badan.
Lilis Suryani, Ibu dari Yunita Mayasari mengatakan anaknya tersebut adalah sosok penurut. Biasanya Yunita sesekali membantu sang ibu untuk mencari barang bekas dengan cara berkeliling di Palembang.
"Dia tidak malu berkeliling mencari barang bekas sama ibu, jadi saat ini saya pusing sekali mencarinya di mana ditambah tidak ada uang untuk mencarinya juga," kata dia.
Kesedihan juga diungkap Lilis Suryani, begitu pula keseharian dari orang tua Rohdia dan Nadia. Sedangkan orang tua Nina menjadi penjual makanan khas Palembang di rumahnya.
Di rumah Nina biasanya keempat ABG tersebut berkumpul, bermain bersama mengisi hari.
Berita Terkait
-
"Bang Rhoma Irama" juga Solidaritas Palestina di Palembang
-
Satu dari Empat Gadis ABG Palembang Hilang, Beri Pesan Ingin Pulang
-
Bosan Makan Bersantan? Cuba Resep Pindang Tulang Palembang di Akhir Pekan
-
Penyekatan di Tol Palembang-Lampung hingga 31 Mei 2021
-
Tak Suka Keramaian, 4 Zodiak Ini Lebih Nyaman Santai di Rumah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin