SuaraSumsel.id - Diperkirakan penutupan paksa atau blokade jalan yang dilakukan ratusan warga desa di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan mengakibatkan lima jam Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum lumpuh total.
Akibatnya, terjadi kemacetan panjang hingga 20 km - 30 km.
Aksi blokade jalan yang dilakukan warga desa akibat kesal dan menuntut agar Peraturan Daerah atau Perda Muratara, Senin (17/5/2021) direvisi atau diperbaiki.
Sebanyak tiga titik jalan poros ditutup oleh masyarakat yakni jalinsum di Desa Batu Gajah, Desa Karang Anyar kecamatan Rupit dan Jalan poros Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.
Masyarakat menuntut Perda untuk direvisi agar tidak menutup pesta malam secara total namun membatasi jam pesta malam.
Melihat aksi tersebut yang mengakibatkan jalur lalu lintas terputus, Kapolres Musi Rawas Utara, Eko Sumaryanto,SIK langsung turun menemui masyarakat melakukan mediasi kepada masyarakat secara persuasif.
“Saya minta tolong dibuka pemblokiran jalan ini kasihan pada pengguna jalan mau lewat dan malu kita jika ini berlanjut, jadi saya berharap untuk hentikan aksi ini, saya akan menemui Bupati melakukan perundingan jalan keluar yang terbaik,” tegas ia
Usai menemui masyarakat Kapolres langsung meluncur menemui Bupati Muratara untuk melakukan Mediasi dengan mendapatkan hasil bahwa hal tersebut dijanjikan Bupati untuk melakukan Rapat bersama seluruh Kepala Desa Se Muratara.
“Kami sudah melakukan perundingan dengan Bupati bahwa hal tersebut akan dirapatkan kembali pada besok hari Selasa 18/5/2021,jadi saya mohon kepada masyarakat untuk membebaskan Jalinsum sehingga pengguna jalan tidak terhambat,”Katanya
Baca Juga: Dinkes Klaim Vaksin AstraZaneca yang Didistribusikan di Sumsel Aman
Setelah mendapatkan kesepakatan tersebut akhirnya masyarakat membuka pembelokiran jalan yang telah berlangsung selama lima jam dengan perjanjian jika kesepakatan itu tidak dipenuhi maka mereka akan melakukan aksi kembali.
Kontributor: Renaldi.
Berita Terkait
-
Kesal Pesta Malam Dilarang, Ratusan Warga Desa di Muratara Blokade Jalinsum
-
Dinkes Klaim Vaksin AstraZaneca yang Didistribusikan di Sumsel Aman
-
Sumsel Perpanjang Penyekatan Mudik hingga 31 Mei, Ini Alasannya
-
Berstatus Zona Oranye, Objek Wisata Pagaralam Ditutup Hari Ini
-
Waspada, Kasus Positif COVID 19 Palembang Paling Tinggi di Sumsel
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Demi UMKM Naik Kelas, Kepala Unit BRI Rela Tempuh Jalan Berlumpur di Rantau Prapat
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak