Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 19 April 2021 | 16:23 WIB
Perawat Cristina, korban penganiayaan keluarga pasien masih dirawat [istimewa] Kasus Perawat Dianiaya, PPNI Sumsel: Kasus Hukum Dilanjutkan Meski Memafkan

"Dia (Cristina) sudah mulai membaik. Sudah bisa berkomunikasi, secara spikologis lebih baik," pungkas ia.

Kasus kekerasan penganiayaan bermula dari pelaku yang merupakan keluarga pasien (ayah pasien) tersulut emosi setelah istrinya menceritakan jika bekas infus anaknya berdarah.

Istri menceritakan kejadian tersebut mengakibatkan anaknya terus menangis dengan darah yang terus mengalir. Tidak terima dengan cerita yang disampaikan istri, pelaku Jason memanggil perawat.

Korban yang merawat anak Jason telah ingin berusaha menjelaskan mengapa peristiwa tersebut terjadi, namun karena tersulut emosi, Jason langsung menampar, memukul, menjambak, mendorong tubuh perawat Cristina hingga ke terdorong ke dinding.

Baca Juga: Hari Ini, BMKG Prakirakan Sumsel Berpotensi Hujan Lebat

Akibatnya, korban Cristina mengalami luka di bagian wajah, dagu dan perut.

Mendapatkan perlakukan kekerasan ini, korban Cristina melaporkan ke pihak berwajib. Kasus ini kemudian viral setelah video kekrasaan tersebut beredar di media sosial.

Netizen mengecam tindakan tersebut, apalagi kepada seorang perawat. Pihak polisi pun sudah menangkap Jason Tjakrawinata di kediamannya.

Pelaku Jason pun sudah menyatakan meminta maaf atas kejadian yang dilakukan kepada perawat tersebut, Sabtu (17/4/2021) lalu. Kasus ini masih ditangani pihak kepolisian resortabes Palembang. 

Baca Juga: Tiga Negara Ini Jadi Importir Terbesar ke Sumsel Triwulan I 2021

Load More