SuaraSumsel.id - Diputuskan 54 orang calon hakim agung telah mendaftarkan diri ke Komisi Yudisial (KY) RI serta akan mengikuti sejumlah rangkaian seleksi guna menempati beberapa posisi di Mahkamah Agung (MA).
Dilansir dari ANTARA, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah di Jakarta mengatakan data tersebut ialah pendaftar online hingga pukul 16.30 WIB.
Dari data tersebut, calon hakim agung yang mendaftar melalui jalur karir berjumlah 30 orang sedangkan jalur nonkarir sebanyak 24 orang.
Berdasarkan kamar yang dipilih terdata sebanyak 15 orang memilih kamar perdata, 34 kamar pidana, tata usaha negara lima orang dan khusus kamar militer hingga saat kini belum ada pendaftar.
Sedangkan profesi calon hakim yang mendaftar tersebut juga bervariasi mulai dari hakim sebanyak 30 orang, akademisi 10 orang, pengacara enam orang dan lainnya delapan pendaftar.
Untuk jenjang pendidikan para pendaftar juga bertingkat mulai dari strata satu sebanyak empat orang, strata dua 23 orang dan 27 pendaftar berlatar belakang pendidikan strata tiga. Berdasarkan jenis kelamin diketahui laki-laki 47 orang dan tujuh orang perempuan.
Siti Nurdjanah menjelaskan bahwa seleksi tersebut untuk memenuhi permintaan MA sesuai Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 7/WKMA-NY/SB/2/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada MA.
Melalui surat tersebut, MA membutuhkan 13 hakim agung terdiri dari dua orang untuk kamar perdata, delapan orang untuk kamar pidana, satu orang untuk kamar militer, dan dua orang untuk kamar tata usaha negara khusus pajak.
Selain menunggu pendaftaran dalam jaringan (daring), KY juga melakukan strategi jemput bola atau mencari secara langsung calon hakim agung yang berkompeten di bidangnya.
Baca Juga: Puluhan Jurnalis di Palembang Divaksin, Karerek: Sempat Panik Akhirnya Lega
Dalam waktu dekat KY akan menggelar sosialisasi serta penjaringan calon hakim agung di dua kota, yakni Surabaya dan Palembang.
Berita Terkait
-
Pengamat Politik Sumsel Joko Siswanto Berpulang, Ini Kenangan Para Sahabat
-
Tangkal Covid Varian B117, Epidemiolog Unsri Himbau Pakai Masker Dua Lapis
-
Artidjo Alkotsar Berintegritas Sejak Jadi Mahasiswa Hingga Hakim Agung
-
Sosok Artidjo Alkostar di Mata Keluarga, Tulang Punggung Keluarga
-
Eks Hakim Agung Artidjo Alkostar Wafat, Begini Suasana Rumahnya di Sleman
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap