SuaraSumsel.id - Tiga mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultah Thaha Saifuddin (UIN STS) hilang sejak (16/2/2021). Ketiganya dikabarkan hilang usai turun mendaki Gunung Masurai, dan Tim Sar Pol Kerinci dan Basarnas tengah melakukan pencarian.
Humas Basarnas Jambi, M Lutfi menyatakan, tim gabungan dan SAR Pos Kerinci berjumlah tujuh orang telah melakukan pencarian ketiga mahasiswi UIN STS Jambi yang sampai keterangan resmi dikeluarkan belum diketahui keberadaannya setelah diketahui hilang saat turun dari pendakian Gunung Masurai.
Berdasarkan laporan dari Kepala Desa Sungai Lalang, ketiga mahasiswi UIN STS Jambi yang hilang bernama Rahayu (20), Romlah (21) dan Nuri (20).
Basarnas Jambi melalui Pos SAR di Kabupaten Kerinci setelah menerima laporan dari kepala desa tersebut, Rabu pukul 07.00 WIB, langsung menuju ke Gunung Masurai di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi yang berjarak 69 Km dari Kerinci.
"Saat ini tim sedang melalukan persiapan untuk melakukan pencari korban hilang. Tim SAR akan melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum melakukan pencarian korban," ujarnya seperti dilansir dari ANTARA, Rabu (17/2/2021).
Dilaporkan kondisi cuaca di gunung tersebut berawan atau dengan suhu 20-24 derajat celcius.
Berdasarkan laporan Kepala desa, ujar M. Lufti kronologi kejadian pada Selasa 16 Februari 2021 pukul 14.00 WIB, tiga pendaki berniat turun dari Puncak Gunung Masurai, lalu lima orang lainnya menyusul ketiga korban tersebut.
"Akan tetapi setelah lima rekannya yang menyusul turun dari gunung Masurai, tidak menemukan ketiga mahasiswi UIN STS Jambi itu baik di pintu rimba maupun penginapan," ujar Lutfi.
Korban diindikasi hilang dan hal itu dikuatkan dengan masih adanya kendaraan korban di penginapan tempat mereka menginap sebelumnya,.
Baca Juga: Beras dan Rokok Sumbang Angka Kemiskinan Sumsel Saat Pandemi
Tim SAR Pos Kerinci dibantu tim gabungan maupun dari organisasi pencinta alam kini sedang melakukan pencarian terhadap ketiga korban hilang di Gunung Masurai di Kabupaten Merangin, Jambi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang