Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Minggu, 14 Februari 2021 | 07:35 WIB
Cover Album Filuz Mursalin [Youtube Official Filuz]

Tahun 1989 kesempatan rekaman di Musica Studio Jakarta atas bantuan Iwan Fals, harus dilepas karena bayang-bayang kematian yang memburunya. Bahkan tawaran dari Ken Zuraida, istri mendiang WS Rendra untuk memimpin kelompok musik binaan beliau, "Kelompok Musik 89" juga tak kesampaian.

Namun di balik sisi kelam itu, Filuz juga berjumpa dengan teman-teman yang berjiwa seni sama dengannya, hingga mulai tertarik dan bergabung dengan teater Kembara.

Di Kembara, Filuz tetap pada talentanya sebagai pemusik. Ia mengiringi lajur teater dengan petikan-petikan gitarnya.

Prestasi gemilang diraihnya saat di tahun 1982, Ia dan teman-teman memenangi musik terbaik festival teater "Sebambangan", sebagai juara pertama.

Baca Juga: Jelang Imlek, Harga Karet Sumsel Stabil Rp 19.000/kg

Rekam jejak Filuz semakin matang, Ia berkesempatan pentas bersama WS. Rendra di Bengkulu. Lalu tahun 1995, ia menyumbang sebuah lagu "Cerita Cinta" di album band rock kota Palembang, Steel Warrior, dan pada tahun 1996 ia berkesempatan berkolaborasi dengan penyanyi religius, Opick di Bella Studio Jakarta.

Pada 19 Mei 2008, Filuz mendirikan sebuah band bernama Ponjen, bersama teman-teman di studio Bayangan Semesta Alam, di Jalan Talang Ratu, Palembang.

Meski dikenal oleh banyak orang berkat karyanya bersama Conie Sema pada lagu berjudul "Yakwa" yang sempat populer di kalangan warga kota Palembang dan sekitarnya pada tahun 2003 dan 2004, Filuz tetap ingin hidup mandiri dan sederhana.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya beternak ayam kampung di rumah, "Saya tidak ingin mencari uang dalam berkesenian."ujar Filuz.

 Kini, pria lajang ini telah membangun Komunitas Gudang Seni di rumahnya di bilangan Sekojo, Palembang, yang berkonsentrasi pada musik tradisional Batanghari Sembilan.

Baca Juga: Sumsel Alokasikan Anggaran Rp 30 Miliar bagi Karhutla

Tanggal 14 Desember 2010 lalu, Dewan Kesenian Sumatera Selatan memberikan anugerah seni dengan tajuk Anugerah Batanghari Sembilan kategori musik. Dan terakhir, Ia diminta oleh Iwan Fals untuk memberi sebuah karyanya berjudul "Semua Ada Kesudahan."

Load More