Tahun 1989 kesempatan rekaman di Musica Studio Jakarta atas bantuan Iwan Fals, harus dilepas karena bayang-bayang kematian yang memburunya. Bahkan tawaran dari Ken Zuraida, istri mendiang WS Rendra untuk memimpin kelompok musik binaan beliau, "Kelompok Musik 89" juga tak kesampaian.
Namun di balik sisi kelam itu, Filuz juga berjumpa dengan teman-teman yang berjiwa seni sama dengannya, hingga mulai tertarik dan bergabung dengan teater Kembara.
Di Kembara, Filuz tetap pada talentanya sebagai pemusik. Ia mengiringi lajur teater dengan petikan-petikan gitarnya.
Prestasi gemilang diraihnya saat di tahun 1982, Ia dan teman-teman memenangi musik terbaik festival teater "Sebambangan", sebagai juara pertama.
Baca Juga: Jelang Imlek, Harga Karet Sumsel Stabil Rp 19.000/kg
Rekam jejak Filuz semakin matang, Ia berkesempatan pentas bersama WS. Rendra di Bengkulu. Lalu tahun 1995, ia menyumbang sebuah lagu "Cerita Cinta" di album band rock kota Palembang, Steel Warrior, dan pada tahun 1996 ia berkesempatan berkolaborasi dengan penyanyi religius, Opick di Bella Studio Jakarta.
Pada 19 Mei 2008, Filuz mendirikan sebuah band bernama Ponjen, bersama teman-teman di studio Bayangan Semesta Alam, di Jalan Talang Ratu, Palembang.
Meski dikenal oleh banyak orang berkat karyanya bersama Conie Sema pada lagu berjudul "Yakwa" yang sempat populer di kalangan warga kota Palembang dan sekitarnya pada tahun 2003 dan 2004, Filuz tetap ingin hidup mandiri dan sederhana.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya beternak ayam kampung di rumah, "Saya tidak ingin mencari uang dalam berkesenian."ujar Filuz.
Kini, pria lajang ini telah membangun Komunitas Gudang Seni di rumahnya di bilangan Sekojo, Palembang, yang berkonsentrasi pada musik tradisional Batanghari Sembilan.
Baca Juga: Sumsel Alokasikan Anggaran Rp 30 Miliar bagi Karhutla
Tanggal 14 Desember 2010 lalu, Dewan Kesenian Sumatera Selatan memberikan anugerah seni dengan tajuk Anugerah Batanghari Sembilan kategori musik. Dan terakhir, Ia diminta oleh Iwan Fals untuk memberi sebuah karyanya berjudul "Semua Ada Kesudahan."
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR