Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Minggu, 14 Februari 2021 | 07:35 WIB
Cover Album Filuz Mursalin [Youtube Official Filuz]

"Pulanglah tenang sahabat ke tempat abadimu. Semoga segala kebaikanmu dan doa-doa kami buatmu akan meringankan langkahmu menuju taman yang teduh. Taman terindah milikNya. Aamiin Ya Rabbal Alamin," doa Conie.

Filuz Mursalin, seniman Palembang [dok.Conie Sema]. Filuz Mursalin meninggal dunia, Jumat (12/2/2021).

Sosok Filuz

Jiwa seni Filuz Mursalin semasa kecil mulai tampak saat ia mengurai kreativitasnya dengan membuat alat-alat musik sendiri untuk bernyanyi dan bersenang-senang.

Dengan papan seadanya, Ia merakit gitar dan juga ember-ember Ia bereksperimen membuat tetabuhan drum. Ketika kelas lima sekolah dasar, Filuz mencoba bermain alat muik sungguhan.

Baca Juga: Jelang Imlek, Harga Karet Sumsel Stabil Rp 19.000/kg

Gitar menarik minatnya. Seorang teman sekolah berbaik hati mengajarinya bermain gitar. Hari-harinya dihabiskan untuk terus berlatih sembari mendengarkan lagu-lagu favoritnya termasuk "Golden Wing" yang dinyanyikan oleh Karel Simon, dan lagu-lagu milik Koes Plus.

Di saat yang hampir sama, Filuz kecil menciptakan sendiri lagunya yang pertama berjudul "Oh Mama, Oh papa."

Tahun 1981, Filuz mencoba mencari penghasilan dengan cara menghibur para pengunjung beberapa rumah makan. Katakanlah, Ia salah satu pelopor dunia perngamenan di Kota Palembang.

Berbekal gitar dan harmonika, Filuz menyusuri jalan-jalan di kota Palembang, terutama di kawasan Jalan Veteran. Pergelutan waktu mempertemukannya dengan hitam putih dunia jalanan.

Sempat ia mencoba ganja yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi mentalnya dua puluh tahun lamanya. Ia menjadi paranoid.

Baca Juga: Sumsel Alokasikan Anggaran Rp 30 Miliar bagi Karhutla

Sebuah perkenalan yang mesti ia bayar mahal. Banyak kesempatan emas yang gagal diraih.

Load More