SuaraSumsel.id - Peredaran makanan mengandung bahan berbahaya masih ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan. Pagi ini, pada inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan BPOM Palembang bersama dengan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menemukan makanan tahu yang mengandung formalin.
Sidak yang dilakukan di pasar tradisional Plaju Palembang, menemukan pedagang yang menjual tahu mengandung formalin.
Dari 22 sampling bahan pangan, tahu berformalin ditemukan pada dua tahu.
Seperti dilansir dari Sumselupdate (Jaringan Suara.com), Kepala BPOM Palembang, Yosef Dwi Irwan mengatakan dengan temuan makanan yang masih mengandung formalin. maka pihaknya akan merekomendasikan pembinaan bagi pedagang.
Selain pembinaan pada pedagang, BPPOM akan melakukan penelusuran pada sisi produsen.
"Jika sudah dibina, namun masih memproduksi maka bisa dikenakan sanksi tegas, berupa denda dan pidana," ujarnya.
Dengan temuan ini, BPPOM juga menghibau agar produsen dan penjual untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya karena akan berdampak bagi kesehatan masyakat.
Pada kesempatan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tentang Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman, serta Pasar Aman dari Bahan Berbahaya yang diadakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Selasa (1/12/2020), Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menekannya dua jenis makanan yang sering ditemukan formalin.
"Kalau dulu kita masih sering menemukan tahu berformalin ataupun mie yang berformalin. Tetapi sekarang sudah relatif aman dan jarang sekali kita menemukan barang barang seperti itu. Artinya sekarang sudah banyak orang yang jauh lebih sadar dan perduli terkait pangan yang berbahaya ini," kata politisi PDIP ini seperti disadur dari Ampera.co (jaringan Suara.com)
Baca Juga: Belanja Online Meningkat, BPOM Amankan Obat dan Makanan Ilegal Rp 50 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?