SuaraSumsel.id - Pesawat Sriwijaya SJ 182 yang hilang kontak di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu juga diketahui ditumpangi oleh warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rion Yogatama alias Ebod.
Diketahui Rion Yogotama alias Ebod bekerja di perusahaan telekomunikasi, sehingga keberadaannya sering berpindah-pindah kantor.
Rion akan balik ke Pontianak, Kalimantan karena usai mengisi waktu liburnya di Lubuklinggau di Sumatera Selatan.
Wakil Ketua DPRD Lubuklinggau, Suyitno yang juga paman Rion mengatakan keluarga mendapatkan informasi setelah ada kerabat yang mengomentari peristiwa pesawat hilang kontak tersebut.
“Setelah kroscek ternyata benar,” jelasnya, kepada suarasumsel.id, Sabtu (7/1/2020) malam.
Suyitno juga menjelaskan bahwa sebelum berangkat, Rion masih sempat kontak dengan istrinya.
“Soal kronologi dia bisa naik ke Sriwijaya itu, katanya gara-gara ketinggalan, makanya ganti pesawat,” jelasnya.
Ketua DPC PDIP Lubuklinggau ini juga menjelaskan bahwa Rion kerja di tower telekomunikasi. Sehingga sering berpindah-pindah.
“Pernah di Aceh, Pekan Baru, Bali,” jelasnya.
Baca Juga: Tujuh Kapal dan Dua Heli Dikerahkan ke Lokasi Pesawat Sriwijaya Jatuh
Rion diketahui anak pertama dari lima bersaudara. Bersama sang istri, kini Rion memiliki dua orang anak.
Sebelumnya, dalam daftar penumpang Sriwijaya Air Sj-182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2020) diketahui terdapat satu keluarga yang berasal dari Sumatera Selatan.
Mereka terdiri dari sepasang suami istri, Rizki Wahyud, dan Indah Halimah Putri. Sang istri, Indah Halimah Putri diketahui ialah warga Desa Sungai Pinang 2, Dusun 4 Rt 17, Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir.
Indah kini tengah menetap di Pangkal Pinang.
Tidak hanya Rizki dan Indah Halimah Putri, kepergian sepasang suami istri ini juga bersama sang anak Arkana Nadhif, dan ibu Rizki, Rosi Wahyuni serta saudara sepupunya, Nabila Anjani.
Diketahui satu keluarga ini masuk dalam daftar penumpang Sriwijaya Air Sj 182 Jakarta-Pontianak yang mengalami kecelekaan di Pulau Laki kepulauan Seribu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang