SuaraSumsel.id - Media sosial dari kepolisian di Sumatera Selatan pagi ini diramaikan dengan ajakan menjaga toleransi dan keberagaman beribadah.
Unggahan ini menyusul setelah pihak kepolisian juga mengeluarkan maklumat larangan terhadap organisasi Front Pembela Islam (FPI), terutama mendukung, mengikuti, mamasang atribut hingga menyebarkan konten mengenai organisasi berbasis islam tersebut.
Dalam beberapa unggahan, polisi pun memperlihatkan keberagamana beribadah yang diakui di Indonesia, sekaligus, keberagaman budaya dan suku bangsa.
Dari unggahan yang dibuat, terdapat dua unggahan para tokoh bangsa yang terkenal, yakni Soekarno dan KH Ahmad Dahlan.
Kutipan pertama yang diunggah ialah kutipan dari tokoh islam, KH. Ahmad Dahlan.
Kutipan pernyataan KH Ahmad Dahlan, yang digunakan yakni " Kasih Sayang dan Toleransi adalah Kartu Identitas orang Islam ",
Selain kutipan, juga nampak foto tokoh pergerakan islam Muhammadiyah tersebut disematkan.
Selain Ahmad Dahlan, kutipan Soekarno juga meramaikan unggahan yang mengajak masyarakat guna menghargai toleransi.
Dalam unggahan Soekarno itu berbunyi
Baca Juga: Jangan Lupakan Sejarah! Hari Ini Ir Soekarno Dijebloskan ke Penjara
Negara Republik Indonesia ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, bukan milik satu adat-istiadat, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke "
- Ir. Soekarno -
Kedua unggahan dari kepolisian itu baru disukai oleh puluhan netizen.
Polda Sumatera Selatan menyebarkanluaskan maklumat Kapolri melalui akun media sosialnya.
Tidak hanya maklumat pelarangan mengenai FPI, kepolisian juga mengunggah sejumlah kutipan baik dari Menkoninfo, Jhoni G Plate.
Setelah itu, juga mengunggah karangan bunga yang memperlihatkan ucapan selamat diberikan masyarakat kepada Polri yang telah membubarkan FPI dan simpatisannya.
Dalam unggahan itu, pihak kepolisian menggunakan hastag #HidupDamaiJagaToleransi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya