SuaraSumsel.id - Perempuan Sumatera Selatan terus menjadi korban kekerasan seksual di dunia maya. Lembaga pusat pembelaan hak-hak perempuan Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang mencatat sepanjang tahun 2020 perempuan korban tindak kekerasan di dunia maya atau cyber crime di Pelembang, mengalami peningkatan.
Berdasarkan data pada tahun 2019, pihaknya hanya menerima delapan pengaduan Kekerasan Berbasis Gender Daring/Online (KBGO) sedangkan pada 2020 menjadi 28 kasus, "kata Direktur Eksekutif Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi di Palembang dilansir dari ANTARA, minggu (3/1/2020).
Kekerasan cyber crime yang dilaporkan para korban tersebut sebagian besar berupa penyebaran foto dan video pribadi secara daring di media sosial oleh teman dekat laki-laki dan mantan pacar atau suaminya.
Tindak kekerasan terhadap perempuan berbasis gender daring/online itu mengalami peningkatan pada masa pandemi COVID-19.
Kondisi ini menjadi perhatian pihaknya pada tahun 2021 ini dengan menyiapkan berbagai kegiatan yang dapat meminimalkan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan itu, katanya.
Dia menjelaskan, untuk mencegah terus meningkatnya jumlah perempuan yang menjadi korban tindak kekerasan di dunia maya atau cyber crime pihaknya mengingatkan kepada para perempuan terutama anak-anak remaja putri untuk hati-hati memuat/menyebarkan foto atau video pribadi di media sosial.
Jika sampai foto atau video pribadi tersebar di media sosial bisa berdampak memalukan keluarga besar dan bisa diproses hukum sesuai dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Dampak dari tindakan kekerasan dunia maya itu tidak saja terhadap fisik dan psikis, tapi juga terhadap keberlangsungan kehidupan korban dan keluarganya, oleh karena itu perempuan harus bijak dalam menggunakan gawai di media sosial," ujarnya. (ANTARA)
Baca Juga: 33,25 Ha Lahan dan Hutan Sumsel Terbakar, Polisi Amankan 26 Tersangka
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?
-
Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap