Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 28 Desember 2020 | 12:18 WIB
Pahlawan AK Gani bersama dengan Mohammad Hatta [jepretan foto dok. sejarahwan]

Gara-gara hasratnya yang begitu kuat untuk berkiprah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada akhir masa penjajahan Jepang, Adnan pernah aktif di beberapa organisasi dan lembaga yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Tak heran ketika Proklamasi 17 Agustus 1945 dicetuskan oleh Bung Karno dan Bung Hatta di Jakarta, Adenan praktis dipandang sebagai tokoh sentral di Sumatera Selatan.

Bahkan AK Gani lah yang mengambil inisiatif membacakan teks Proklamasi dan mengibarkan pertama kali Bendera Merah Putih di Palembang pada tanggal 25 Agustus 1945.

Baca Juga: Kronologi Pertempuran Surabaya

Pahlawan AK Gani dengan jeepnya [jepretan foto dok. sejarahwan]

Setelah itu, Gani diangkat jadi Kepala Pemerintahan Bangsa Indonesia untuk Keresidenan Palembang, dan dalam waktu singkat, berhasil menyusun badan-badan pemerintahan RI di seluruh Sumatera Selatan.

Setelah Indonesia merdeka, Gani ditunjuk untuk membentuk kesatuan militer di Sumatera, Sejak Oktober 1945 sampai Juli 1946, ia menjadi koordinator Badan Keamanan Rakyat(BKR) untuk Sumatera Selatan. BKR ini adalah cikal-bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia sekarang.

Kemudian menjadi Gubernur Militer Sumatera Selatan periode fisik saat Agresi Militer Belanda I dan juga pernah menjadi anggota delegasi Perundingan Linggarjati pada tahun 1946 

Berkat hasrat yang begitu kuat di dunia politik dan kemiliteran, ketika Amir Sjarifuddin menjadi Menteri Pertahanan, Gani diangkat jadi Wakil Kementerian Keamanan dan Pertahanan untuk Pulau Sumatera Selatan.

Di sinilah awal mula AK Gani mendapat julukan pers asing sebagai "The Biggest Smuggler in Southeast Asia" (Penyelundup Terbesar di Asia Tenggara), karena semasa aktif di kemiliteran dalam BKR maupun sebagai Wakil Kementerian Keamanan dan Pertahanan di Sumater Selatan.

Baca Juga: Hadiri Pameran Foto Jurnalis, Herman Deru Mendadak Jadi Fotografer

Adenan selain memimpin secara langsung perjuangan bersenjata di lapangan, namun juga aktif mengumpulkan senjata dan membeli barang-barang kebutuhan rakyat dengan cara penyelundupan.

Load More