SuaraSumsel.id - Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Selatan, Alex Noerdin memperkarakan kalimat pernyataan yang dilontarkan Wakil Gubernur Mawardi Yahya.
Perkara ini berlanjut di pihak kepolisian, dengan pelaporan pencemaran nama baik, di Mapolda Sumatera Selatan, (9/11/2020).
Dalam laporannya itu, diketahui jika Wakil Gubernur, Mawardi Yahya telah mengucapkan pernyataan yang dinilai mengakibatkan pencemaran nama baik pada mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada acara pernikahan, pada pertengahan Oktober lalu.
Video ini pun beredar di masyarakat, melalui akun Youtube.
Nampak di video, Wakil Gubernur Mawardi Yahya menyampaikan sambutan yang sempat terpotong.
Berikut kalimat pernyataan Mawardi yang diperkarakan Alex Noerdin.
….“Daripada Sumatera Selatan, alasannya tanyakan pada Bawaslu dan KPU,” kata Mawardi di kalimat pembuka.
Ia melanjutkan,” Kalu (Kalau) tidak salah dengar adalah pelanggaran dana bansos dalam pilkada,” ucap Mawardi
Baca Juga: Wagub Mawardi Yahya Kembali Dipolisikan, Alex Noerdin yang Laporkan
Ucapan ini sempat disambut riuh oleh pengunjung tamu di acara pernikahan tersebut.
Mawardi melanjutkan pernyataannya.
“Memang bahaya pak, waktu pak Ishak Mekki menggunakan bansos yang kena pak Moeslim. Waktu pak Alex sampai sekarang, banyak pak. Ada tiga empat (tiga sampai empat orang) yang masuk penjaro (dipenjara),” ucap Mawardi lagi.
Lalu ia melanjutkan lagi.
“Di Ogan Ilir menggunakan dana bansos didiskualifikasi calonnya. Bapak ibu sekalian, Saya jelaskan sekali ini. Bapak ibu sekalian, Sepanjang belum ada keputusan Mahkamah Agung, calon bupati ogan ilir hanya satu pasang,” ucap Mawardi.
Pelaporan ini pun diterima oleh pihak kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?