SuaraSumsel.id - Di masa perang kemerdekaan, Mayjen TNI dr A.K Gani atau lengkapnya Adnan Kapau Gani senantiasa menggunakan Jeep Willys sebagai sarana transportasinya di wilayah Sumatera Selatan, sampai provinsi sekitarnya, seperti Bengkulu dan Lampung.
Menilik unsur sejarah ini, Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP) membantu pengelola Museum Mayjen TNI (Purn) dr A.K Gani memperbaiki koleksi mobil jip sang Pahlawan Nasional itu. Atau dalam kamus otomotif dikenal sebagai langkah restorasi. Demikian dikutip Suara.com, jaringan SuaraSumsel.id, dari kantor berita Antara.
"Jip Willys Jungle Jane yang dipajang di halaman museum kondisinya seperti rongsokan besi tua, kondisi memprihatinkan itu menggugah anggota KJPP untuk membantu memperbaikinya," jelas Priyanti Gani, Kepala Museum A.K Gani, di Palembang, Rabu (4/11/2020).
Menurutnya, bantuan seperti yang dilakukan KJPP di bawah pimpinan Ersan Benyamin sangat diperlukan. Pasalnya pihak museum memiliki keterbatasan tenaga dan dana dalam pemeliharaan dan memperbaiki koleksi museum.
Bantuan perbaikan Jeep Willys buatan Amerika 1952 ini bakal menambah daya tarik masyarakat dan wisatawan berkunjung ke museum Pahlwan Nasional dr A.K Gani.
Selain bantuan perbaikan mobil, museum juga mendapat bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan untuk melakukan pembenahan dan penataan ruang pamer koleksi museum.
Adapun latar belakang Mayjen TNI (Purn) dr A.K Gani, beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 2007 semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia dikenal luas sebagai seorang dokter, namun keahliannya di bidang politik, militer, seni, pemerintahan dan ekonominya diakui dalam sejarah Indonesia serta memiliki andil besar karena menjaga Ir Soekarno selama dua bulan di Palembang sebelum sang proklamator diasingkan ke Bengkulu.
Jabatan tertingginya yakni menjadi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Kemakmuran pada Kabinet Amir Sjarifudin I pada 1946 - 1948, demikian jelas putri dan Kepala Museum dr A.K Gani, Priyanti Gani.
Chandra Ampriyadi, Kepala Museum Negeri Balaputra Dewa menyatakan bahwa sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pada 2020 ini pihaknya membantu melakukan penataan ruangan pamer Museum dr A.K Gani dan menggandeng pengelolanya untuk pameran bersama. Rencananya berlangsung 25 November 2020.
Baca Juga: Kabar Gembira, Jeep Wrangler Listrik Siap Masuk Asia Tahun 2021
Berita Terkait
-
Tragedi Hutan Gambut dan Ilusi Pemulihan yang Kita Percaya
-
Mengubah Paradigma: Melihat Mangrove sebagai Aset Ekonomi Berkelanjutan
-
Ketika Niat Baik Merusak Alam: Apa yang Bisa Dipelajari dari Gagalnya Restorasi Mangrove di Filipina
-
Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam
-
24,6 Juta Hektare Pulih, RI Jadi Pusat Inovasi Restorasi Lahan Gambut
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
-
Ngeri, Pelajar 14 Tahun Ditusuk di Leher Saat Tawuran Berdarah di Palembang