SuaraSumsel.id - Pembelajaran secara jarak jauh sudah berlangsung cukup lama di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Terhitung sejak akhir Maret, di mana warga Sumatera Selatan terkonfirmasi virus corona atau covid 19 diumumkan Pemerintah setempat.
Di Palembang sendiri, sekolah jarak jauh atau lebih dikenal dengan sekolah daring sudah lebih dari tiga bulan terakhir berlangsung.
Beberapa kali pihak Dinas Pendidikan mempersiapkan untuk belajar tatap muka langsung di sekolah, namun status penyebaran virus covid 19 di Palembang dinyatakan belum cukup aman bagi siswa terutama Sekolah Dasar (SD).
Palembang telah melaksanakan dua kali Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang kemudian beralih kepada budaya kehidupan normal baru.
Sampai dengan akhir Oktober ini, Dinas Pendidikan masih menerapkan proses pembelajaran sekolah jarak jauh, atau daring.
Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang, Zulinto menceritakan sudah banyak mendapatkan curhatan dari orang tua siswa yang mempertanyakan kapan proses pendidikan bisa berlangsung secara tatap muka.
Bahkan, kata ia, sang cucunya pun sering menanyakan pertanyaan yang sama kepadanya.
Saat dihubungi Suarasumsel.id, Rabu (28/10/2020), Zulinto menceritakan, jika ia sudah terlalu sering mendengarkan keinginan agar proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
“Jangan kah orang tua siswa, cucu saja juga sering tanya hal yang sama,” ujarnya.
Dikatakan Zulinto, terjadi kebosanan tersendiri yang dialami anak-anak ketika harus terus belajar daring.
“Cucu saya tanya, kapan bisa sekolah?. Padahal, maksudnya belajar di sekolah tatap muka. Jika sekolah, ya cara daring juga bisa dilaksanakan saat ini,” terang Zulinto.
Anak-anak terutama pada usia sekolah dasar memahami jika bersekolah ialah datang ke sekolah dan bertemu guru serta teman-teman.
Namun, kata Zulinto, Dinas Pendidikan kota Palembang kembali memperpanjang proses sekolah daring atau belajar di rumah.
Keputusan ini diambil atas pembahasan bersama dengan Dinas Kesehatan, sekaligus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Palembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
-
Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu
-
Demo Karhutla Berujung Pengeroyokan 2 Wartawan, Polisi Tangkap Terduga Provokator dan Sita 2 Sajam
-
AJI Palembang Desak Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Polda Sumsel Ditangkap
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak