Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 26 Oktober 2020 | 08:23 WIB
Kopi rempah sumsel (Tasmalinda/suara.com)

Cengkeh atau cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan bagian kuncup bunga dari keluarga pohon jambu jambuan (Myrtaceae).

Cengkeh termasuk jenis rempah asli Indonesia yang sejak dulu sangat dicari oleh negara barat karena banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di sejumlah negara Eropa dan bahan pembuatan rokok (rokok kretek).

Berdasarkan morfologinya cengkeh yang ada di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis:

1.         Cengkeh asli maluku, yakni cengkeh berjenis Afo, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air mata, Dokiri dan Daun Buntal.

Baca Juga: Bioskop di Palembang Telah Dibuka, Berikut Daftar Film yang Diputar

2.         Cengkeh liar, yakni cengkeh berjenis Raja, Amahusu, Haria gunung, dan cengkeh hutan bogor.

3.         Cengkeh budi daya, yakni cengkeh berjenis zanzibar, siputih, sikotok dan ambon.

Cengkeh merupakan salah satu rempah-rempahan yang sering digunakan sebagai agen preservative makanan dan tanaman obat, karena cengkeh memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, sehingga cengkeh sering digunakan sebagai antiseptis dan antifermentasi.

Ilustrasi cengkeh (Shutterstock)

Cengkeh juga dapat digunakan sebagai desinfektan, analgesik dan anestetik pada gigi berlubang. Kekinian, cengkeh banyak digunakan untuk memproduksi rokok, kosmetik, dan kesehatan.

Di dalam negeri, jenis rempah ini memiliki harga jual sekitar Rp. 120.000/kg dalam bentuk cengkeh kering, namun jika dijual ke luar negeri harganya bisa melonjak mencapai setengah juta rupiah perkilogramnya.

Baca Juga: Jelang Musim Hujan, Warga Palembang Harus Waspadai Pohon Tumbang

Pohon cengkeh merupakan tanaman endemik Provinsi Maluku, terutama di kepulauan Banda. Selain di Indonesia, pohon ini juga tumbuh subur di Madagaskar dan telah dibudidayakan juga di Zanzibar, India dan Sri Langka.

Load More