SuaraSumsel.id - Mendengar kata Palembang, pasti identik dengan makanan olahan ikan. Di Palembang, olahan ikan dapat dikreasikan beragam jenis makanan lainnya.
Selain olahan ikan, menu sarapan ini masyoritas berkuah santan. Masyarakat (Wong) Palembang biasanya menyantap di pagi hari sebagai menu sarapan
Berikut menu sarapan bersantan ala Uwong Palembang:
Burgo
Burgo ialah makanan yang terdiri dari dadar gulungan yang disiram dengan kuah santan kuning yang dicampur dengan daging ikan yang dihancurkan.
Dadar gulungnya sendiri ialah tepung beras yang dicampur air lalu dimasak dengan api sedang sehingga membentuk dadar gulungan. Saat dihidangkan dadar gulung dipotong segi miring dan kecil.
Kuah yang dicampur dengan daging ikan cincang akan membuatnya makin gurih.
Laksan
Makanan ini juga olahan ikan. Burgo yang dibuat dengan adonan dasar pempek dibentuk lebih pipih.
Baca Juga: Tetap Nikmat Tanpa Daging Sapi, Begini Cara Membuat Rendang Jamur di Rumah
Bentuk lebih pipih mencirikan jika memakannya dipotong-potong sembari menyeruput kuah santannya. Hampir sama dengan burgo, kuah laksan ialah kuah santan kuning namun lebih merah karena ditambah cabai yang dihaluskan
Ragit
Makanan yang satu ini memgadopsi kuliner Arab. Dengan kuah santan encer yang dicampur potongan daging ayam atau daging sapi, ragit juga terasa gurih.
Ragit dimasak dari adonan terigu yang dibuat kental lalu dimasak diwajan dengan cara membentuknya seperti dadar acak. Setelah matang, dadar dilipat sehingga terbentuk seperti kipas.
Celimpungan
Makanan ini juga mirip dengan burgo dan laksan. Namun bentuk celimpungan yang juga berasal dari bahan dasar pempek dibuat berbentuk bulat telur.
Ukurannya pun dibuat sedang, sehingga saat menyantapnya bisa dipotong dalam beberapa gigitan. Celimpungan juga dimakan dengan kuah santan kuning yang sudah dicampur daging ikan yang dicincang.
Mie Celor
Mie ini sangat terkenal di Palembang. Menu mirip mie koba di Bangka atau mie ayam.
Namun ukuran mie celor lebih tebal, lebih mirip Aceh dan lebih kenyal. Sedangkan kuahnya berasal santan yang ditambah dengan kaldu udang dan potongan rebusan udang.
Salah satu mie celor yang legendaris berada di pasar 26 ilir Palembang.
Dengan pilihan menu sarapan bersantan ini, cukup dinikmati bersama teh atau air hangat. Mari sarapan!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Waktu Imsak Palembang 23 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Niat Puasa Ramadan
-
Gagal Umrah, Nenek Musi Rawas Tertahan di Jakarta, 12 Jemaah Bayar Lagi Rp70 Juta
-
Saldo Berkurang hingga Puluhan Juta, Ratusan Nasabah Geruduk Bank Jambi, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
10 Tempat Bukber Murah di Palembang di Bawah Rp50 Ribu, Cocok untuk Rame-Rame
-
Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya