Dirinya menjelaskan, jika tahu Nitendo itu lebih ke Story Telling. Contohnya pada level pertama pesawat sebagai obat harus menyerang virus cacar.
“Kan dulu pernah pandemi cacar. Jadi, saat berada di level 10 dan virus corona terakhir kita buat level yang tidak terbatas (infinity) untuk mengumpulkan poin,” ucap dia.
Masih kata dia, permainan Pandemic Warz ini dibuat oleh lima orang dalam satu tim. Semuanya merupakan mahasiswa aktif di kampus MDP.
“Sedangkan untuk Teuku Kevin itu mahasiswa semester delapan sebagai ketua penyempurnaan aplikasi games itu. Tapi, kalau anggota aktif MGI ada 15 orang dan mereka berkontribusi dalam pembuatan itu (Games Pandemic Warz) karena ada tugas masing-masing sebagai game desaigner, game programmer, dan game composer,” jelasnya.
Selama pengerjaan games tersebut, lanjut dia, tim sempat mengalami beberapa kesulitan.
Mulai dari inovasi tingkat leveling, penyesuaian coding menggunakan logaritma yang memakan waktu, dan penyertaan hak cipta terhadap karakter permainan.
“Bukan itu saja, itu desain gambar ataupun tampilan pun tidak boleh mengandung unsur plagiarisme,” tambah dia.
Ke depan, pihaknya menargetkan ada adsense dari games Pandemic Warz yang akan dilucurkan di aplikasi Play Store tersebut. Karena itu, kini dalam tahap proses Google review.
“Kita sebelumnya pernah bikin games project Biduk Lancar yang kerja sama dengan Balitbang. Sejauh ini ada empat games yang sudah dibuat dan itu basic PC semua. Namun, games untuk mobile baru satu ini,” tutur dia.
Berita Terkait
-
Semarak Pembukaan Asian Para Games 2026
-
103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang
-
103 Atlet Indonesia Siap Tempur di Asian Para Games 2026
-
Harga Jam Tangan Regan Harney, Jadi Hadiah Tim Bulu Tangkis Indonesia Usai Asian Games 2026
-
6 Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS
-
Khalid Basalamah Ungkap Biaya Percepatan Haji US$4.500 per Jemaah di Sidang Korupsi
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal