UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang bersama Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris menyelenggarakan workshop AI for Journalism.

Suhardiman
Rabu, 04 November 2026 | 19:25 WIB
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
Peserta mengikuti workshop lanjutan AI for Journalism di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Baca 10 detik
  • Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang bersama Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris menyelenggarakan workshop AI for Journalism.
  • Dekan menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan harus disertai verifikasi data, penyuntingan, serta kepatuhan terhadap etika profesi jurnalistik.
  • Peserta terpilih mengikuti simulasi aplikasi AI untuk meningkatkan efisiensi riset dan produksi berita tanpa mengabaikan kendali manusia.

SuaraSumsel.id - Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang menjadi tuan rumah workshop lanjutan AI for Journalism yang digelar bersama Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris. Kegiatan ini mempertemukan jurnalis, akademisi, dan praktisi komunikasi untuk memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kerja jurnalistik.

Workshop tatap muka tersebut merupakan kelanjutan dari program pelatihan daring berskala nasional yang sebelumnya diikuti 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi regional, sejumlah peserta terpilih mendapatkan kesempatan mengikuti pendalaman materi secara langsung di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang menegaskan, penggunaan AI dalam dunia jurnalistik harus tetap memperhatikan etika dan tanggung jawab profesi. Menurutnya, teknologi tersebut seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja, bukan menggantikan peran jurnalis.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menggunakan hasil keluaran AI secara mentah tanpa proses penyuntingan dan verifikasi. "Jangan sampai hasil dari AI itu langsung dicopy-paste oleh pengguna dan langsung diserahkan begitu saja," tegasnya.

Baca Juga:7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi

Menurut dia, hasil tulisan AI memiliki karakteristik tertentu yang dapat dikenali maupun diperiksa melalui perangkat pengujian profesional. Karena itu, jurnalis tetap harus melakukan pemeriksaan fakta, penyuntingan, dan memastikan orisinalitas setiap karya yang dihasilkan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Candra Darmawan. Ia menilai kolaborasi dengan Alunjiva Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi global.

Candra berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas digital sekaligus daya saing talenta muda, khususnya di bidang komunikasi dan media.

Salah satu peserta terpilih dari perwakilan regional, Tasmalinda, turut membagikan pengalamannya menggunakan AI dalam aktivitas profesional. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat membantu mempercepat pekerjaan analitis yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang.

Ia mencontohkan pemanfaatan AI untuk mengolah dan menyortir data mentah, menyusun perbandingan informasi, hingga membantu menemukan kemungkinan kekeliruan dalam pencatatan laporan keuangan perusahaan.

Baca Juga:Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Meski demikian, Tasmalinda mengingatkan pentingnya menjaga keamanan informasi saat menggunakan berbagai platform AI. Peserta diminta tidak mengunggah data atau dokumen yang bersifat rahasia maupun tidak ditujukan untuk konsumsi publik.

Setelah sesi pembukaan, workshop dilanjutkan dengan materi yang disampaikan Dina Apriana. Ia membahas dasar-dasar kecerdasan buatan serta perubahan yang perlu dipersiapkan ruang redaksi dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Dina menjelaskan cara kerja dasar AI dan peluang integrasinya ke dalam alur kerja jurnalistik. Adaptasi teknologi dinilai penting bagi media untuk merespons perubahan pola produksi dan distribusi informasi.

Namun, penggunaan AI tetap perlu diimbangi dengan penguatan fungsi editorial. Kecepatan produksi tidak boleh mengesampingkan akurasi, verifikasi, dan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Peserta juga mengikuti simulasi penggunaan sejumlah aplikasi AI untuk mendukung riset dan produksi berita. Mereka diajak menyusun instruksi atau prompt secara lebih terarah agar hasil yang diperoleh relevan dengan kebutuhan jurnalistik, memiliki perspektif yang beragam, dan dapat dianalisis lebih lanjut.

Melalui workshop AI for Journalism, kolaborasi Alunjiva Indonesia, Kedutaan Besar Inggris, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang diharapkan memperkuat pemahaman jurnalis serta praktisi komunikasi dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak