- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju mengadakan rapat koordinasi evaluasi inspeksi pada 15 Oktober 2026.
- Asrinur dan Felix Viceroy menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fungsi untuk mencegah temuan berulang di kilang.
- Kilang Plaju memperkuat disiplin kerja menggunakan pendekatan OPI, prinsip 5R, serta sistem P-Horse.
SuaraSumsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju memperkuat budaya kerja proaktif untuk mencegah temuan berulang sekaligus menjaga keselamatan dan keandalan operasional kilang. Upaya ini dilakukan melalui evaluasi lintas fungsi terhadap hasil inspeksi dan pemantauan area kerja selama periode 2025–2026.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Temuan Safety Walk and Talk (SWAT), On Duty Management (ODM), Plant Patrol (PP), dan Mindset & Culture Day (MCD) pada Kamis (15/10/2026).
Rapat ini menjadi forum untuk mengevaluasi temuan, mengidentifikasi kondisi yang berulang, serta memperjelas tanggung jawab setiap fungsi dalam memastikan tindak lanjut perbaikan berjalan efektif.
Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Asrinur, menegaskan bahwa penyelesaian temuan harus diikuti perubahan kebiasaan kerja agar masalah serupa tidak terus terjadi.
Baca Juga:Kilang Plaju Produksi 295 Ribu Barel Avtur, Jaga Mutu untuk Dukung Penerbangan
“Harapannya, temuan yang sama tidak terus berulang. Kita perlu membangun kebiasaan kerja yang memastikan kondisi area tetap terjaga, sehingga perbaikan tidak berhenti pada penyelesaian temuan,” ujar Asrinur.
Temuan inspeksi jadi dasar perbaikan operasional
Dalam pelaksanaannya, Kilang Plaju menggunakan pendekatan Operational Performance Improvement (OPI) untuk menjadikan hasil inspeksi sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.
Melalui pendekatan ini, temuan di lapangan tidak hanya dipandang sebagai ketidaksesuaian yang harus diselesaikan, tetapi juga sebagai dasar untuk memperbaiki cara kerja, memperkuat sistem manajemen, dan mencegah masalah serupa terulang.
Pemetaan objek serta pola temuan dilakukan untuk menentukan prioritas perbaikan, memperjelas penanggung jawab, dan mengidentifikasi langkah pencegahan yang diperlukan.
Baca Juga:PHR Zona 4 Sukses Terapkan Batch Drilling di Prabumulih, Perkuat Pasokan Energi Nasional
Manager OPI RU Plaju, Felix Viceroy, menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, serta pemantauan progres secara konsisten.
Koordinasi tersebut diharapkan membuat setiap fungsi memiliki tanggung jawab yang jelas dalam menuntaskan temuan sekaligus meningkatkan kinerja operasional.
Perkuat disiplin kerja melalui sistem tindak lanjut dan 5R
Selain evaluasi temuan, Kilang Plaju memperkuat standardisasi pelaksanaan SWAT, ODM, PP, dan MCD. Penyelesaian temuan juga dilakukan melalui sistem P-Horse untuk mendukung pemantauan tindak lanjut.
Perusahaan turut mendorong penguatan housekeeping dan penerapan prinsip 5R, yakni Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menjaga kondisi area kerja, memastikan tindak lanjut berjalan konsisten, serta memperkuat upaya pencegahan di lingkungan operasional.
Bagi Kilang Plaju, keberhasilan perbaikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah temuan yang diselesaikan. Perubahan pola pikir, kepedulian terhadap kondisi lingkungan kerja, dan konsistensi mempertahankan hasil perbaikan juga menjadi bagian penting dari evaluasi.