- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju di Palembang beroperasi sejak tahun 1904 untuk memasok energi Sumatera Bagian Selatan.
- Perusahaan menerapkan aturan HSSE dan CLSR secara ketat untuk melindungi pekerja dari risiko tinggi di lingkungan kerja.
- Penerapan budaya keselamatan kerja yang konsisten bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan serta mendukung ketahanan energi nasional secara optimal.
SuaraSumsel.id - Menjaga pasokan energi tidak hanya bergantung pada kapasitas pengolahan minyak, tetapi juga keselamatan dalam setiap proses operasional. Prinsip tersebut menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju dalam menjaga keberlangsungan operasional dan mendukung kebutuhan energi masyarakat.
Berdiri sejak 1904 di tepian Sungai Musi, Palembang, Kilang Plaju merupakan salah satu kilang pengolahan minyak tertua di Indonesia yang masih beroperasi. Dengan kapasitas desain pengolahan sekitar 120 ribu barel per hari, kilang ini menjadi salah satu aset strategis dalam mendukung pasokan energi, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Untuk menjaga keandalan operasional tersebut, aspek keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam aktivitas perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), termasuk melalui Corporate Life Saving Rules (CLSR) sebagai pedoman keselamatan bagi pekerja.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia, mengatakan keselamatan tidak sekadar berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga menyangkut perlindungan pekerja dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Baca Juga:Dari Kolaborasi, Tumbuh Kontribusi: Kilang Plaju Raih Apresiasi Bea Cukai atas Devisa Ekspor
“Bagi kami, menjaga keselamatan berarti memastikan setiap pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, penerapan CLSR bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pekerja untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas,” ujarnya.
CLSR Jadi Pedoman Pekerjaan Berisiko Tinggi
Penerapan CLSR menjadi salah satu langkah Kilang Plaju untuk membantu pekerja mengenali dan mencegah potensi bahaya di lingkungan kerja, terutama dalam aktivitas berisiko tinggi.
Pekerjaan di ketinggian dan ruang terbatas menjadi contoh aktivitas yang memerlukan pengendalian risiko secara ketat. Dalam pelaksanaannya, pekerja dituntut memahami prosedur keselamatan dan menerapkannya secara konsisten sebelum maupun selama pekerjaan berlangsung.
Upaya tersebut turut didukung pengawasan di lapangan, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keterlibatan aktif pekerja dalam membangun budaya keselamatan.
Baca Juga:Kilang Plaju Salurkan PMT untuk Ratusan Balita dan Ibu Hamil di Sungai Rebo
Melalui pendekatan ini, keselamatan diharapkan tidak hanya menjadi aturan tertulis, tetapi juga kebiasaan yang melekat dalam setiap aktivitas operasional.
Keselamatan Kerja untuk Menjaga Keberlanjutan Energi
Sebagai salah satu aset strategis pengolahan minyak, Kilang Plaju memiliki peran dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat, terutama di Sumatera Bagian Selatan. Karena itu, keberlangsungan operasional perlu ditopang oleh penerapan keselamatan yang konsisten.
Kilang Plaju berupaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan kegiatan operasional dan perlindungan pekerja melalui penguatan budaya HSSE serta penerapan aturan keselamatan di lingkungan kerja.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional. Pengelolaan operasional yang memperhatikan aspek keselamatan menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.
Melalui penerapan budaya keselamatan secara berkelanjutan, Kilang Plaju berharap dapat terus menjalankan perannya dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional sebagaimana diarahkan dalam Asta Cita Presiden.