- Kilang Plaju menghasilkan 295.263 barel avtur dan menyalurkan 261.992 barel sepanjang Januari hingga September 2026.
- Penyaluran bahan bakar penerbangan tersebut bertujuan untuk mendukung konektivitas transportasi udara di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
- Manajemen Kilang Plaju menerapkan pengujian mutu secara konsisten dan standar keselamatan kerja yang ketat.
SuaraSumsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju mencatat produksi avtur sebanyak 295.263 barel sepanjang Januari-September 2026. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran atau lifting mencapai 261.992 barel untuk mendukung kebutuhan energi sektor transportasi udara.
Produksi dan penyaluran avtur menjadi bagian dari peran Kilang Plaju dalam menjaga ketersediaan bahan bakar penerbangan, terutama untuk mendukung konektivitas antardaerah, termasuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan keandalan pasokan avtur harus diiringi dengan pengawasan mutu yang konsisten. Dengan demikian, produk yang disalurkan dapat memenuhi persyaratan kualitas sesuai standar yang berlaku.
“Bagi kami, memastikan ketersediaan avtur tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi, tetapi juga memastikan setiap produk yang disalurkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, pengawasan dilakukan secara konsisten dan menyeluruh agar avtur yang dipasok siap mendukung kebutuhan penerbangan,” ujar Khabibullah.
Baca Juga:PHR Zona 4 Sukses Terapkan Batch Drilling di Prabumulih, Perkuat Pasokan Energi Nasional
Produksi Avtur Disertai Pengujian Mutu
Sebagai salah satu objek vital nasional di sektor energi, Kilang Plaju menjaga keandalan produksi avtur melalui pengelolaan proses pengolahan, pengawasan mutu, serta penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Avtur yang diproduksi harus melewati tahapan pengawasan mutu, termasuk pengujian laboratorium untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi bahan bakar penerbangan.
Penyaluran produk dilakukan setelah hasil pengujian memastikan persyaratan mutu yang berlaku telah terpenuhi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produk sekaligus mendukung keandalan pasokan energi untuk sektor penerbangan.
Konsistensi pengawasan tersebut juga berjalan beriringan dengan penerapan HSSE di setiap tahapan operasional. Dengan begitu, proses pengolahan energi di Kilang Plaju tidak hanya diarahkan untuk menjaga produksi, tetapi juga memperhatikan keselamatan pekerja dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Ketangguhan Petani Rawa Lebak Sungai Rebo Lewat Mina Padi
Menopang Konektivitas dan Aktivitas Ekonomi
Ketersediaan avtur memiliki peran penting dalam mendukung transportasi udara yang menghubungkan masyarakat antardaerah. Kelancaran pasokan bahan bakar penerbangan turut menunjang mobilitas masyarakat dan berbagai aktivitas ekonomi yang bergantung pada konektivitas udara.
Melalui produksi 295.263 barel avtur dan realisasi penyaluran 261.992 barel hingga September 2026, Kilang Plaju menjadi bagian dari rantai pasok energi untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.
Kilang Plaju terus memperkuat keandalan operasional, menjaga konsistensi pengawasan mutu, serta menerapkan HSSE dalam proses pengolahan energi. Upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional dan ketersediaan energi bagi masyarakat.