Udara Palembang Kembali Berbahaya, PM2.5 Tembus 627,8 Setelah Penyemaian Dry Ice

Kualitas udara di Kota Palembang memburuk dan masuk kategori berbahaya akibat PM2.5 mencapai 627,8 mikrogram per meter kubik pada 18 Oktober 2026.

Tasmalinda
Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:10 WIB
Udara Palembang Kembali Berbahaya, PM2.5 Tembus 627,8 Setelah Penyemaian Dry Ice
Pesawat komersial Airbus A320-216 milik maskapai penerbangan Pelita Air mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Udara Palembang kembali berbahaya, PM2.5 tembus 627,8 setelah penyemaian Dry Ice [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU]
Baca 10 detik
  • Kualitas udara di Kota Palembang memburuk dan masuk kategori berbahaya akibat PM2.5 mencapai 627,8 mikrogram per meter kubik pada 18 Oktober 2026.
  • Pemerintah melanjutkan operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice dari 16 hingga 25 Oktober 2026 untuk mengurangi kabut asap karhutla.
  • Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk memakai masker dan mewaspadai risiko kesehatan akibat tingginya polusi udara.

SuaraSumsel.id - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk meskipun pemerintah telah melakukan operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice atau es kering untuk membantu mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada Minggu (18/10/2026), konsentrasi partikel halus PM2.5 di Stasiun Pemantauan Musi 2 Palembang sempat mencapai 627,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut tercatat pada pukul 02.00 WIB dan masuk kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi yang digunakan dalam laporan pemantauan tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan kualitas udara di wilayah pemantauan Musi 2 berada pada kategori merah hingga hitam sejak tengah malam sampai pagi. "Masyarakat tetap diimbau waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ujarnya,

Konsentrasi PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Risiko kesehatan bergantung pada tingkat paparan, durasi, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.

Baca Juga:Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing

PM2.5 Sempat Tembus 627,8 Mikrogram

Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, konsentrasi PM2.5 di Musi 2 Palembang mencapai 431,7 µg/m³ pada tengah malam.

Angkanya meningkat menjadi 584,8 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan mencapai 627,8 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.

Setelah itu, konsentrasi PM2.5 berangsur turun, meskipun kembali menunjukkan fluktuasi. Pada pukul 08.00 WIB, angkanya tercatat 187,4 µg/m³ dan masih berada pada tingkat yang sangat tidak sehat.

Sementara itu, rata-rata PM2.5 selama 24 jam terakhir dilaporkan mencapai 248,8 µg/m³.

Baca Juga:452 Hektar Lahan Terbakar di Palembang, 93 Hektar Berada di Kawasan Rawa Konservasi

Data tersebut menunjukkan bahwa perbaikan kualitas udara tidak cukup dinilai dari kondisi pada satu waktu tertentu. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah penurunan konsentrasi polutan bertahan atau hanya berlangsung sementara.

Dry Ice Sudah Ditebarkan, Mengapa Asap Kembali Memburuk?

Pemerintah sebelumnya menguji penggunaan dry ice dalam operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di dekat permukaan.

Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI melanjutkan operasi tersebut di Sumatera Selatan. Program ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026.

Dalam operasi tersebut, dry ice digunakan untuk memengaruhi kondisi atmosfer dan membantu melemahkan lapisan inversi yang dapat menahan asap serta polutan di dekat permukaan.

Lapisan inversi terjadi ketika udara yang lebih hangat berada di atas udara yang lebih dingin di dekat permukaan. Kondisi ini dapat menghambat pergerakan udara ke atas sehingga asap sulit terdispersi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak