- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 52.483 kasus ISPA pada September 2026 akibat penurunan kualitas udara.
- Total kumulatif kasus infeksi saluran pernapasan akut di wilayah tersebut mencapai 401.191 kasus sejak Januari hingga September 2026.
- Lonjakan kasus masih berlanjut pada awal Oktober 2026 dengan catatan sebanyak 11.359 kasus hingga pertengahan bulan.
Peningkatan kasus juga masih terlihat pada data awal Oktober 2026. Dinkes Sumsel mencatat 11.359 kasus ISPA yang masuk dalam laporan hingga periode pendataan yang diberitakan pada 12 Oktober.
Jumlah kasus harian tertinggi pada Oktober terjadi pada 6 Oktober, yakni mencapai 2.267 kasus. Data ini menjadi perhatian karena menunjukkan masih adanya laporan kasus dalam jumlah besar ketika kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan di Sumatera Selatan.
Namun, angka Oktober tersebut merupakan data yang tercatat hingga waktu pelaporan, bukan jumlah untuk satu bulan penuh. Karena itu, angka tersebut belum dapat dibandingkan secara langsung dengan total kasus September.
Pembaruan data dalam beberapa hari ke depan diperlukan untuk melihat apakah tren kenaikan masih berlanjut atau mulai menurun. Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat perlu mengurangi paparan asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga:Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dampak kesehatan yang lebih serius.