- PT Bukit Asam Tbk mengajukan usulan rencana produksi batu bara tahun 2027 kepada Kementerian ESDM.
- PTBA mengajukan permohonan penggunaan PT Satria Bahana Sarana sebagai afiliasi jasa pertambangan kepada Menteri ESDM.
- Penjualan domestik PT Bukit Asam Tbk mencapai 10,77 juta ton atau 51 persen hingga semester I 2026.
“Selain menjaga pasokan energi dalam negeri, PTBA terus mendorong hilirisasi dan pengembangan usaha untuk meningkatkan nilai tambah batu bara serta memperkuat industri nasional. Kami berkomitmen menjalankan seluruh kegiatan usaha secara patuh, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan operasional dan kontribusi bagi perekonomian,” kata Bambang.
PTBA juga memanfaatkan batu bara untuk mendukung penyediaan energi melalui pembangkit listrik, di antaranya PLTU Sumsel-8 dan PLTU Banjarsari.
Penguatan rantai pasok menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi. Rantai tersebut mencakup proses dari tambang, pengangkutan menggunakan kereta api, hingga distribusi melalui pelabuhan.
Di tengah transisi energi, PTBA menyatakan akan menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional, dinamika pasar, serta pengembangan usaha berkelanjutan.
Baca Juga:Coaltrans Asia 2026: PTBA Tekankan Kepastian Regulasi dan Pasokan Batu Bara
Melalui perencanaan produksi, penguatan rantai pasok, penerapan Good Mining Practice, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap regulasi, PTBA berkomitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.