- Mahasiswa Unsri dan UIN Raden Fatah menggelar aksi demonstrasi menuntut penanganan karhutla di Kantor Gubernur Sumsel.
- Gubernur Herman Deru menemui massa secara langsung untuk berdialog dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
- Mahasiswa menuntut audit wilayah gambut, transparansi dana bantuan, serta menyiapkan langkah lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.
Namun, ia mengakui masih terdapat keterbatasan teknologi dalam mendeteksi titik api secara dini. Menurut Herman Deru, aplikasi pemantauan yang dimiliki pemerintah saat ini baru mampu mendeteksi keberadaan titik api setelah wilayah tersebut terlanjur menjadi hotspot.
Ia juga mengatakan aparat penegak hukum telah menjalankan tugas terkait faktor manusia dalam penyebab kebakaran. Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Herman Deru bahkan menjanjikan imbalan pribadi bagi warga yang mampu menemukan pelaku pembakaran lahan.
“Siapa yang bisa menemukan dengan konkret akurat siapa pelakunya, dari aku sepuluh juta,” kata Herman Deru.
Ditanya soal ojol meninggal
Dalam dialog tersebut, Herman Deru juga ditanya mengenai kasus pengemudi ojek online yang meninggal setelah mengalami sesak napas di tengah kepungan asap. Gubernur memilih tidak menyimpulkan penyebab kematian tersebut.
Baca Juga:Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
“Please ya, kalau untuk yang meninggal saya tidak bisa membenarkan atau menolak. Sebab penyebab meninggal harus hasil autopsi, tidak bisa prediksi,” ujarnya.
Sikap tersebut disampaikan Herman Deru ketika mahasiswa mempertanyakan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru juga memberikan penjelasan mengenai perjalanan ke Bandar Lampung yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena dirinya sempat singgah makan di sebuah rumah makan ketika kondisi udara Sumatera Selatan sedang mengalami krisis.
Herman Deru menjelaskan perjalanan tersebut dilakukan untuk menjenguk kakaknya yang sedang kritis di rumah sakit. Ia mengatakan kunjungan tersebut bukan agenda liburan.
Ia juga menyebut perjalanan itu sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai penentuan titik keluar jalan tol di wilayah perbatasan bersama pihak terkait.
Baca Juga:Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
Mengenai anggaran penanganan karhutla yang dipertanyakan mahasiswa, Herman Deru menyebut sejumlah daerah menerima dana bantuan dengan nilai puluhan miliar rupiah.
Ia menyebut Banyuasin mendapatkan alokasi Rp15 miliar, Ogan Ilir Rp15 miliar, sedangkan OKI memperoleh Rp20 miliar.
Herman Deru menegaskan penggunaan dana tersebut memiliki petunjuk teknis yang mengikat. Menurutnya, dana tersebut tidak dapat digunakan sembarangan dan harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.
Untuk dampak kesehatan, pemerintah provinsi menyatakan pengobatan ISPA bagi masyarakat terdampak asap digratiskan. Posko kesehatan darurat juga disebut telah diarahkan untuk didirikan di titik-titik dengan populasi penduduk yang padat.
Mahasiswa siapkan langkah berikutnya
Aksi “Sumsel Sesak” belum tentu berhenti di halaman Kantor Gubernur. Mahasiswa memperingatkan akan menaikkan eskalasi apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.