- Kabut asap pekat mengganggu 31 jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Minggu, 4 Oktober 2026.
- Konsentrasi polutan PM2.5 di Palembang mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik akibat kiriman asap kebakaran hutan dan lahan.
- Pengelola bandara mengaktifkan layanan pemulihan penumpang serta berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani penundaan dan pengalihan penerbangan.
Pada Sabtu (3/10/2026), sebanyak delapan penerbangan di Bandara SMB II juga mengalami penundaan akibat jarak pandang yang hanya sekitar 600 meter. Data tersebut terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan empat keberangkatan.
Sehari setelahnya, jumlah penerbangan yang masuk daftar gangguan meningkat menjadi 31.
Sebelumnya, pada Minggu pagi, kondisi di sekitar bandara juga sempat membuat pesawat belum dapat melakukan pendaratan secara normal. Laporan dari lapangan menyebut penerbangan mulai mendarat menjelang siang ketika kondisi jarak pandang membaik.
Rentetan kejadian ini membuat gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak paling nyata dari memburuknya kondisi udara Palembang.
Baca Juga:Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
PM2.5 Palembang tembus 903,6 mikrogram
Di luar bandara, kualitas udara Palembang pada Minggu pagi juga berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat berbahaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi asap karhutla dari sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang terbawa masuk ke Kota Palembang. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan.
Kondisi kualitas udara tersebut juga terjadi bersamaan dengan kabut asap yang mengganggu jarak pandang di Bandara SMB II.
Inilah yang membuat persoalan kabut asap kali ini tidak hanya menjadi isu kesehatan masyarakat. Ketika jarak pandang turun di bawah batas operasional, dampaknya merambat ke transportasi udara dan mobilitas warga.
Baca Juga:Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
Untuk menangani penumpang yang terdampak, pengelola Bandara SMB II mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA).
Layanan tersebut diaktifkan sebagai bagian dari upaya memberikan penanganan kepada penumpang selama terjadi gangguan penerbangan.
Pihak bandara juga menyatakan kondisi operasional saat ini kondusif dan terus melakukan koordinasi dengan maskapai terkait penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal.
Bagi calon penumpang yang hendak berangkat maupun tiba di Palembang, perubahan kondisi jarak pandang membuat jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu.
Karena itu, penumpang disarankan memantau informasi penerbangan terbaru dari maskapai sebelum menuju Bandara SMB II.
Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu penerbangan menunjukkan satu hal: dampak karhutla tidak berhenti ketika api berada jauh dari pusat kota. Ketika asap terbawa angin dan jarak pandang turun, gangguannya bisa sampai ke landasan pacu dan membuat perjalanan udara ikut tertahan.