Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir

BKSDA Sumsel evakuasi anak kucing kuwuk berusia 2 bulan yang tersesat tanpa induk di dekat lahan terbakar di Ogan Ilir, kini jalani rehabilitasi di PRS Punti Kayu.

Tasmalinda
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:31 WIB
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
Anak kucing kuwuk berusia sekitar dua bulan menjalani pemeriksaan setelah dievakuasi BKSDA Sumsel
Baca 10 detik
  • Warga menemukan seekor anak kucing kuwuk liar yang dilindungi di persawahan Ogan Ilir pada 26 September 2026.
  • Tim WRU BKSDA Sumsel mengevakuasi satwa tersebut akibat kebakaran lahan yang merusak habitat aslinya.
  • Petugas membawa anak kucing liar itu ke Pusat Rehabilitasi Satwa Punti Kayu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Di Pemulutan, kebakaran lahan memang menjadi persoalan berulang sepanjang September. Pada 26 September, misalnya, kebakaran di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, dilaporkan membakar sekitar 28 hektare lahan. Penanganannya menghadapi kendala keterbatasan sumber air dan melibatkan berbagai unsur, termasuk water bombing.

Di wilayah Pemulutan lainnya, penanganan karhutla juga berlangsung sepanjang September. Polisi sebelumnya melakukan patroli pencegahan di Desa Tanjung Pasir dan sejumlah desa lain yang dinilai rawan kebakaran.

Namun, temuan anak kucing kuwuk ini memberi gambaran bahwa dampak kebakaran tidak berhenti ketika api dinyatakan padam.

Satwa yang kehilangan ruang hidup bisa berpindah mendekati area manusia. Dalam kasus tertentu, kondisi tersebut membuat satwa lebih rentan terluka, kehilangan induk, kekurangan makanan atau bahkan berhadapan dengan risiko lain seperti perburuan.

Baca Juga:Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?

BKSDA Sumsel sebelumnya juga menangani kucing kuwuk hasil serahan masyarakat. Pada Februari 2026, dua individu kucing kuwuk yang sebelumnya menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa Punti Kayu dilepasliarkan kembali. Satu satwa dilepasliarkan di TWA Lembah Serelo, Lahat, dan satu lainnya di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir, setelah dinilai sehat dan mampu beradaptasi.

Artinya, Punti Kayu bukan sekadar tempat penampungan sementara. Satwa yang masuk harus melalui proses pemeriksaan kesehatan, pemantauan perilaku dan evaluasi kemampuan beradaptasi sebelum dapat dikembalikan ke habitat yang sesuai.

Kini, anak kucing kuwuk dari Tanjung Pasir masih menjalani proses tersebut. Nasibnya akan bergantung pada kondisi kesehatan dan perkembangan kemampuan bertahan hidupnya sebelum BKSDA menentukan langkah konservasi selanjutnya.

Di tengah karhutla yang kembali menghanguskan lanskap Sumatera Selatan, seekor anak kucing berusia dua bulan itu menjadi pengingat bahwa yang hilang dalam sebuah kebakaran bukan hanya hamparan rumput dan pepohonan.

Ada pula ruang hidup satwa yang perlahan ikut terbakar.

Baca Juga:Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak