- Lima jurnalis beserta kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
- Tim SAR gabungan dan Polda Lampung memperluas area pencarian di sekitar Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga Gunung Anak Krakatau.
- Operasi pencarian hari kedua melibatkan berbagai kapal kepolisian serta Basarnas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut.
Pencarian Perhatikan Cuaca dan Arus Laut
Polda Lampung menyatakan operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor di lapangan, termasuk kondisi cuaca, arus laut, dan titik komunikasi terakhir rombongan.
Kepolisian bersama Basarnas dan unsur SAR terus memperluas wilayah penyisiran agar seluruh area yang diduga berkaitan dengan jalur speedboat dapat diperiksa.
"Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi," kata pihak kepolisian dalam operasi pencarian tersebut.
Baca Juga:64 Penerbangan Palembang-Jakarta Sempat Batal akibat Anak Krakatau, Kini Kembali Normal
Peristiwa hilangnya kontak lima jurnalis ini terjadi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya juga berdampak pada sejumlah aktivitas penerbangan dan kawasan di sekitarnya.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi perairan Selat Sunda dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi perhatian petugas